Kembali ke Berita Digitalisasi Desa, Pengembangan UMKM, Potensi & Profil Desa, Program Kerja, Pemberdayaan Masyarakat

Digitalisasi Lokasi UMKM Desa Lampoko melalui Pemetaan Titik Maps

Arpa
• 02 Oct 2026 • 5 Dilihat • 3 menit baca
Digitalisasi Lokasi UMKM Desa Lampoko melalui Pemetaan Titik Maps

Lampoko,02,Oktober,2026 – Upaya mendorong digitalisasi usaha masyarakat terus dilakukan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Polewali Mandar (ITBM Polman) di Desa Lampoko, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar. Salah satu langkah yang dilakukan yaitu melakukan pemetaan lokasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui penentuan titik lokasi pada layanan Google Maps.


Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan program kerja KKN dengan tema “Desa Terkoneksi, UMKM Berinovasi”. Pemetaan dilakukan sebagai upaya membantu masyarakat, khususnya pelaku UMKM, agar lokasi usaha mereka lebih mudah ditemukan oleh masyarakat maupun calon konsumen melalui layanan digital.


Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN melakukan observasi secara langsung ke sejumlah lokasi UMKM yang berada di wilayah Desa Lampoko. Mahasiswa mengidentifikasi lokasi usaha, kemudian menentukan titik koordinat lokasi dan mencatat informasi yang diperlukan sebagai bagian dari proses pemetaan digital.


Pemetaan lokasi UMKM ini dilakukan dengan memanfaatkan teknologi digital yang mudah digunakan dan telah banyak digunakan oleh masyarakat. Dengan adanya titik lokasi pada Google Maps, masyarakat yang ingin mengunjungi suatu UMKM dapat memperoleh informasi mengenai keberadaan lokasi usaha secara lebih mudah melalui perangkat telepon pintar.


Selain memudahkan konsumen, kegiatan ini juga menjadi salah satu bentuk pengenalan digital kepada pelaku UMKM di Desa Lampoko. Selama ini, sebagian usaha masyarakat masih mengandalkan informasi dari mulut ke mulut sehingga keberadaan dan lokasi usaha belum tentu diketahui oleh masyarakat di luar lingkungan sekitar.


Mahasiswa KKN berharap pemetaan lokasi UMKM dapat menjadi langkah awal dalam memperluas jangkauan informasi mengenai usaha masyarakat Desa Lampoko. Data lokasi yang dikumpulkan juga dapat mendukung pengembangan program digitalisasi UMKM lainnya, seperti pengelolaan media sosial dan pemasaran produk melalui platform digital.


Salah satu mahasiswa KKN menyampaikan bahwa pemetaan lokasi UMKM dilakukan untuk membantu masyarakat memperoleh akses informasi yang lebih mudah mengenai keberadaan usaha di Desa Lampoko.


«“Kami ingin membantu UMKM di Desa Lampoko agar lokasinya lebih mudah ditemukan secara digital. Dengan adanya titik lokasi di Maps, masyarakat atau calon pembeli dapat mengetahui lokasi usaha tanpa harus mencari secara manual,” ungkapnya.»


Kegiatan pemetaan tersebut juga menjadi bagian dari proses mahasiswa dalam mengenali potensi ekonomi yang dimiliki Desa Lampoko. Melalui observasi langsung, mahasiswa dapat mengetahui keberagaman usaha masyarakat sekaligus memahami kondisi dan kebutuhan pelaku UMKM dalam menghadapi perkembangan teknologi.


Digitalisasi lokasi UMKM diharapkan dapat memberikan manfaat bagi pelaku usaha maupun masyarakat. Bagi pelaku UMKM, keberadaan lokasi usaha di platform digital dapat menjadi salah satu sarana untuk meningkatkan visibilitas usaha. Sementara bagi masyarakat, informasi tersebut dapat mempermudah pencarian dan akses menuju lokasi UMKM yang ada di Desa Lampoko.


Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN ITBM Polman berupaya mewujudkan tema “Desa Terkoneksi, UMKM Berinovasi” melalui pemanfaatan teknologi digital yang sederhana dan dapat diterapkan secara langsung. Pemetaan lokasi UMKM menjadi salah satu langkah untuk menghubungkan potensi usaha masyarakat Desa Lampoko dengan masyarakat yang lebih luas melalui ruang digital.

Bagikan Berita Ini: