Si-KKN Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Polewali Mandar
Pendaftaran Dimulai: (KKN Angkatan 4 - Tahun 2026)

Sistem Informasi
Kuliah Kerja Nyata

Portal resmi pengabdian masyarakat mahasiswa ITBM Polewali Mandar. Layanan terpadu untuk verifikasi berkas, alokasi lokasi, dan penetapan kelompok KKN secara efisien dan transparan.

114 Mahasiswa Terdaftar
114 Lolos Verifikasi Berkas
10 Kelompok Posko Terbangun
Segera Dirilis • Coming Soon

Penentuan Lokasi KKN
KKN Angkatan 4 - Tahun 2026

Bersiaplah! Penetapan kelompok dan lokasi penempatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) ITBM Polewali Mandar akan segera diumumkan secara transparan melalui portal Si-KKN.

Lunas Biaya Pendaftaran KKN
Memenuhi Syarat Minimal SKS
Surat Izin Orang Tua / Wali
Foto / KTP & Kartu Mahasiswa
Jadwal Penentuan Lokasi KKN

16 September 2026, 10:40 WITA

-- Hari
-- Jam
-- Menit
-- Detik

Pantau terus halaman ini atau akun resmi sosmed ITBM Polman.

Informasi Pengabdian

Tentang Program KKN

Kuliah Kerja Nyata ITBM Polewali Mandar sebagai wujud nyata kontribusi mahasiswa kepada masyarakat

Pengabdian Masyarakat

Sinergi Akademisi Bersama Masyarakat Membangun Daerah

Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) ITBM Polewali Mandar dirancang untuk memberikan pengalaman belajar langsung kepada mahasiswa melalui kegiatan pemberdayaan, penyelesaian masalah, serta pembangunan potensi desa secara kolaboratif.

Pada angkatan periode ini, pelaksanaan KKN dibagi ke dalam beberapa skema khusus guna mengoptimalkan keahlian dan fokus pengabdian mahasiswa di lapangan.

KKN Tematik (Digitalisasi & UMKM)

Program pengabdian yang difokuskan pada percepatan transformasi digital desa, penerapan teknologi tepat guna, serta pendampingan pelaku UMKM lokal dalam hal pemasaran digital (digital marketing), branding, dan e-commerce.

KKN Konversi

Skema khusus yang disetarakan melalui program magang profesi, proyek independen, atau penugasan pengabdian mandiri yang linear dengan bidang keilmuan atau program studi mahasiswa.

Berita & Kabar Terbaru KKN - Si-KKN ITBM Polman
Informasi & Publikasi

Berita & Kabar Terbaru KKN

Ikuti perkembangan terbaru, pengumuman penting, dan cerita inspiratif seputar kegiatan KKN

PENUH HARU DAN MAKNA, MAHASISWA KKN ITBM POLMAN GELAR MALAM RAMAH TAMAH DI ALUN-ALUN TOMADIO
25 Oct 2026

PENUH HARU DAN MAKNA, MAHASISWA KKN ITBM POLMAN GELAR MALAM RAMAH TAMAH DI ALUN-ALUN TOMADIO

PAPPANG, 25 OKTOBER 2026 — Penuh haru dan makna, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah (ITBM) POLMAN menggelar malam ramah tamah di Alun-Alun Tomadio pada Minggu, 25 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi momen istimewa untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus mengenang perjalanan pengabdian mahasiswa selama menjalankan program KKN.Malam ramah tamah tersebut menjadi salah satu momen berharga bagi mahasiswa KKN setelah melewati berbagai rangkaian kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Selama menjalankan tugas di Kelurahan Pappang, mahasiswa tidak hanya melaksanakan program kerja yang telah direncanakan, tetapi juga membangun hubungan kekeluargaan dengan masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial, pendidikan, keagamaan, dan pemberdayaan masyarakat.Bertempat di Alun-Alun Tomadio, kegiatan berlangsung dalam suasana kebersamaan dan penuh keakraban. Malam ramah tamah menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk berkumpul, berbagi cerita, serta mengenang berbagai pengalaman yang telah dilalui bersama selama masa pengabdian. Berbagai tantangan, kebersamaan, dan pengalaman berharga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan KKN.Bagi mahasiswa, kegiatan ini bukan sekadar acara seremonial, melainkan juga menjadi momentum refleksi atas makna pengabdian kepada masyarakat. Selama melaksanakan KKN, mahasiswa memperoleh banyak pelajaran berharga tentang arti kebersamaan, tanggung jawab, kepedulian, dan pentingnya menjalin hubungan yang baik dengan lingkungan sekitar.Kehadiran mahasiswa KKN di tengah masyarakat Kelurahan Pappang telah menjadi bagian dari pengalaman yang memberikan warna tersendiri selama masa pengabdian. Melalui berbagai program dan kegiatan, mahasiswa berkesempatan untuk belajar secara langsung dari kehidupan masyarakat sekaligus mengaplikasikan ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan di perguruan tinggi.Suasana malam ramah tamah juga menjadi pengingat bahwa setiap pertemuan memiliki cerita dan setiap kebersamaan meninggalkan kenangan. Hubungan yang terjalin selama pelaksanaan KKN diharapkan tidak berakhir begitu saja setelah kegiatan pengabdian selesai. Sebaliknya, pengalaman tersebut diharapkan menjadi awal dari hubungan silaturahmi yang tetap terjaga pada masa mendatang.Selain menjadi ajang mempererat hubungan antarmahasiswa, malam ramah tamah ini juga mencerminkan pentingnya solidaritas dan kerja sama dalam menjalankan tanggung jawab bersama. Setiap kegiatan yang telah dilaksanakan selama KKN menjadi bukti bahwa semangat kebersamaan merupakan salah satu kunci dalam menghadapi tantangan dan mewujudkan program kerja yang bermanfaat.Melalui kegiatan malam ramah tamah di Alun-Alun Tomadio, mahasiswa KKN ITBM POLMAN berharap seluruh pengalaman selama pengabdian dapat menjadi bekal berharga dalam perjalanan akademik maupun kehidupan bermasyarakat. Pengalaman berinteraksi dengan masyarakat, menghadapi berbagai tantangan, dan bekerja sama dalam sebuah tim menjadi pembelajaran yang tidak selalu diperoleh di ruang perkuliahan.Malam itu menjadi pengingat bahwa pengabdian bukan hanya tentang program yang terlaksana, tetapi juga tentang hubungan yang terbangun, pengalaman yang dibagikan, dan kenangan yang akan terus tersimpan. Di balik setiap kegiatan yang telah dilalui, terdapat cerita perjuangan, kebersamaan, dan pelajaran berharga yang membentuk mahasiswa menjadi pribadi yang lebih peduli dan bertanggung jawab.Dengan terselenggaranya malam ramah tamah ini, mahasiswa KKN ITBM POLMAN berharap semangat kebersamaan, nilai pengabdian, dan tali silaturahmi yang telah terjalin selama berada di Kelurahan Pappang dapat terus terjaga. Sebab, meskipun suatu pengabdian memiliki batas waktu, kenangan dan manfaat yang ditinggalkan di tengah masyarakat diharapkan dapat terus hidup dan memberikan makna bagi semua pihak.

Mengapa Pohon Tak Boleh Dikencingi dan Buah Kuburan Dipantangkan? Ini Penjelasan Andi Sukri
24 Oct 2026

Mengapa Pohon Tak Boleh Dikencingi dan Buah Kuburan Dipantangkan? Ini Penjelasan Andi Sukri

POLEWALI MANDAR – Pantangan yang diwariskan oleh orang-orang terdahulu tidak selalu sekadar larangan tanpa alasan. Di balik sejumlah kebiasaan yang dikenal masyarakat sebagai pamali, terdapat nilai penghormatan, pertimbangan kemaslahatan, dan pesan moral yang perlu dipahami secara bijaksana. Hal tersebut menjadi salah satu pembahasan menarik dalam sesi dialog kegiatan Ngaji Jalanan bertema “Ekoteologi (Agama dan Isu Lingkungan Hidup)” di Desa Lampoko, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar, Kamis malam (22/10/2026).Dalam sesi tanya jawab, Andi Sukri, S.Ag., selaku Sekretaris Umum Majelis Ulama Polewali Mandar, memberikan tanggapan atas pertanyaan peserta mengenai larangan buang air kecil di pohon serta pantangan memakan buah yang tumbuh di area kuburan. Penjelasannya mengajak peserta untuk melihat kebiasaan tersebut tidak hanya dari sisi larangan, tetapi juga dari nilai dan pertimbangan yang melatarbelakanginya.Menanggapi pertanyaan tentang larangan buang air kecil di pohon, Andi Sukri menjelaskan bahwa kebiasaan tersebut dapat dipahami sebagai bentuk penghargaan atau penghormatan terhadap kemungkinan adanya makhluk Tuhan lain yang hidup di sekitar pohon tersebut.Penjelasan ini membuka ruang pemahaman bahwa lingkungan tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan manusia. Pohon dan kawasan di sekitarnya juga dapat menjadi tempat hidup berbagai makhluk, sehingga keberadaannya patut diperlakukan dengan penuh kehati-hatian dan rasa hormat.Pembahasan kemudian berlanjut pada pertanyaan mengenai pantangan memakan buah yang tumbuh di area kuburan. Dalam tanggapannya, Andi Sukri menjelaskan bahwa salah satu hal yang perlu diperhatikan ialah status tanah pemakaman yang biasanya telah diwakafkan. Karena itu, pemanfaatan sesuatu yang tumbuh di kawasan tersebut perlu mempertimbangkan status tanah, tujuan wakaf, serta ketentuan yang berlaku.Penjelasan tersebut memberikan pemahaman bahwa persoalan yang berkaitan dengan area pemakaman tidak semestinya dinilai hanya berdasarkan kebiasaan turun-temurun. Ada aspek penghormatan terhadap tempat pemakaman dan pertimbangan mengenai pemanfaatan tanah yang perlu diperhatikan.Lebih lanjut, Andi Sukri menyinggung kebiasaan orang tua terdahulu atau nenek moyang yang menggunakan istilah pamali untuk menyampaikan larangan tertentu. Menurut penjelasannya, istilah tersebut dapat dipahami sebagai sarana budaya yang digunakan untuk menyampaikan pesan dan membatasi perilaku masyarakat. Di balik larangan-larangan itu, terdapat pertimbangan kemaslahatan yang perlu ditelaah dengan baik.Dalam kehidupan masyarakat, tradisi dan kebiasaan diwariskan melalui berbagai cara, termasuk nasihat, pantangan, serta ungkapan yang mudah diingat. Namun, pemahaman terhadap tradisi tersebut perlu disertai sikap bijaksana agar masyarakat dapat membedakan antara nilai kebaikan yang terkandung di dalamnya dan alasan yang membutuhkan penjelasan lebih lanjut.Dialog tersebut menjadi salah satu bagian menarik dari kegiatan Ngaji Jalanan karena memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengajukan pertanyaan dan memperoleh penjelasan secara langsung. Pembahasan mengenai pantangan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari juga memperlihatkan bahwa kajian keagamaan dapat menjadi ruang untuk mendiskusikan hubungan antara ajaran agama, kebudayaan masyarakat, dan kehidupan lingkungan.Kegiatan Ngaji Jalanan diselenggarakan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Polewali Mandar pada Kamis, 22 Oktober 2026, pukul 20.00 WITA, bertempat di Rumah Singgah Lampoko atau Posko KKN Tematik ITBM Polman. Kegiatan ini mengusung tema “Ekoteologi (Agama dan Isu Lingkungan Hidup)” dengan menghadirkan sejumlah narasumber untuk membahas persoalan keagamaan dan lingkungan dari sudut pandang yang beragam.Melalui dialog tersebut, peserta memperoleh ruang untuk menggali makna di balik kebiasaan yang berkembang di masyarakat. Pembahasan ini sekaligus mengingatkan pentingnya memahami tradisi secara arif, menghormati lingkungan dan tempat pemakaman, serta mempertimbangkan kemaslahatan dalam kehidupan bermasyarakat.Dengan demikian, Ngaji Jalanan tidak hanya menjadi forum penyampaian materi, tetapi juga ruang pertukaran pemikiran yang menghubungkan pertanyaan masyarakat dengan penjelasan keagamaan dan nilai-nilai budaya yang hidup di tengah masyarakat.

Ketika Alam Dieksploitasi, Di Mana Peran Agama? Ngaji Jalanan KKN ITBM Polman Mengangkat Isu Ekoteologi
24 Oct 2026

Ketika Alam Dieksploitasi, Di Mana Peran Agama? Ngaji Jalanan KKN ITBM Polman Mengangkat Isu Ekoteologi

POLEWALI MANDAR – Ketika alam terus dieksploitasi demi kepentingan ekonomi, muncul pertanyaan mendasar: di mana peran agama dalam menjaga keseimbangan lingkungan hidup? Pertanyaan tersebut menjadi salah satu sorotan dalam kegiatan Ngaji Jalanan bertema “Ekoteologi: Agama dan Isu Lingkungan Hidup” yang diselenggarakan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Angkatan IV Tahun 2026 Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Polewali Mandar (ITBM Polman), Kamis (22/10/2026), di Rumah Singgah atau Posko KKN Tematik ITBM Polman, Desa Lampoko, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar.Kegiatan ini menghadirkan Ng. Damalis, S.Ag., M.Sos., selaku Ketua Ikatan Penyuluh Agama RI Polewali Mandar, dan Muh. Fitrah, S.A.P., M.Pd., dosen ITBM Polman, sebagai narasumber. Diskusi berlangsung dengan mengangkat persoalan hubungan manusia, agama, dan alam, sekaligus mengajak peserta merefleksikan tanggung jawab spiritual dalam menghadapi krisis lingkungan.Salah satu pertanyaan peserta menyoroti cara pandang yang seharusnya digunakan manusia dalam memperlakukan alam. Peserta mempertanyakan bagaimana manusia dapat melihat alam bukan hanya sebagai instrumen untuk memenuhi kebutuhan hidup, melainkan juga dari sisi spiritual yang menempatkannya sebagai bagian dari ciptaan Tuhan yang patut dihormati dan dijaga.Pertanyaan tersebut membawa diskusi pada persoalan yang lebih mendasar, yakni kecenderungan manusia menilai alam berdasarkan manfaat dan keuntungan yang dapat dihasilkan. Padahal, alam tidak sekadar menyediakan sumber daya bagi kehidupan manusia, tetapi juga menopang keberlangsungan hidup berbagai makhluk. Dalam perspektif ekoteologi, hubungan manusia dengan alam perlu dibangun tidak hanya atas dasar pemanfaatan, tetapi juga melalui kesadaran akan amanah, tanggung jawab moral, dan kewajiban menjaga keseimbangan ciptaan Tuhan.Persoalan berikutnya berkaitan dengan hubungan antara industri kapitalisme dan kerusakan lingkungan. Peserta mengangkat isu bahwa orientasi ekonomi yang hanya mengejar keuntungan dapat mendorong eksploitasi sumber daya alam apabila mengabaikan daya dukung lingkungan serta keselamatan masyarakat. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan tentang bagaimana agama seharusnya bersikap ketika kepentingan ekonomi berhadapan dengan kelestarian alam.Dalam konteks ini, agama memiliki peran penting sebagai landasan etis untuk mengingatkan manusia agar tidak menjadikan keuntungan sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan. Nilai-nilai keagamaan dapat menjadi dasar untuk mengkritisi praktik eksploitasi yang merusak lingkungan, mendorong keadilan ekologis, serta menumbuhkan tanggung jawab bersama dalam melindungi alam. Namun, upaya tersebut juga membutuhkan tindakan nyata melalui kebijakan yang bertanggung jawab, kegiatan sosial, dan keterlibatan berbagai pihak.Perspektif Islam sendiri mengandung pesan tentang larangan membuat kerusakan di bumi. Pesan tersebut, antara lain, tercermin dalam Surah Ar-Rum ayat 41 yang menjelaskan bahwa kerusakan di darat dan di laut terjadi akibat perbuatan tangan manusia. Ayat ini menjadi pengingat bahwa tindakan manusia terhadap lingkungan memiliki konsekuensi yang tidak dapat dipisahkan dari tanggung jawab moral dan keagamaannya.Melalui tema ekoteologi, pembahasan agama dan lingkungan hidup tidak berhenti pada persoalan ibadah secara individual, tetapi juga menyentuh tanggung jawab manusia dalam kehidupan sosial. Kesadaran beragama diharapkan dapat tercermin dalam cara manusia mengelola sumber daya, memperlakukan makhluk hidup, mengurangi perilaku yang merusak lingkungan, dan memperjuangkan keberlanjutan bagi generasi mendatang.Kegiatan Ngaji Jalanan ini menjadi ruang dialog bagi mahasiswa dan masyarakat untuk menghubungkan nilai-nilai keagamaan dengan persoalan lingkungan yang semakin relevan. Melalui diskusi tersebut, mahasiswa KKN Tematik Angkatan IV ITBM Polman berupaya menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya memperkaya pemahaman keagamaan, tetapi juga mendorong tumbuhnya kepedulian terhadap kondisi alam di sekitar.Pada akhirnya, krisis lingkungan bukan semata-mata persoalan alam, melainkan juga persoalan cara manusia membangun hubungan dengan bumi. Ketika alam dipandang hanya sebagai sumber keuntungan, nilai-nilai yang mendorong manusia untuk merawat dan menjaganya berisiko terabaikan. Karena itu, ekoteologi mengajak manusia menempatkan kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab spiritual sekaligus tanggung jawab kemanusiaan.

Linimasa Kegiatan

Timeline Alur & Jadwal KKN

Agenda tahapan penting pelaksanaan program Kuliah Kerja Nyata ITBM Polman

1 - 20 Agustus 2026

Pembukaan Pendaftaran & Pemberkasan

Mahasiswa melakukan pendaftaran akun Si-KKN, pelunasan biaya administrasi, serta unggah syarat transkrip SKS dan berkas pendukung lainnya.

Selasa, 8 September 2026

Pembekalan Peserta KKN

Sesi pembekalan materi wajib bagi seluruh peserta terdaftar guna mempersiapkan strategi program kerja di lokasi penempatan masing-masing.

Kamis, 10 September 2026

Pelepasan & Pemberangkatan

Seremoni pelepasan resmi mahasiswa KKN ITBM Polman untuk diberangkatkan secara serentak menuju posko desa tujuan masing-masing kelompok.

Selasa, 20 Oktober 2026

Penarikan Mahasiswa

Penarikan resmi mahasiswa dari lokasi posko desa oleh pihak kampus setelah merampungkan program kerja di lapangan.

Senin, 26 Oktober 2026

Seminar Hasil KKN

Pemaparan laporan pertanggungjawaban dan hasil akhir pelaksanaan program kerja pengabdian mahasiswa di hadapan dosen pembimbing dan penguji.