Informasi & Publikasi

Berita & Pengumuman KKN

Ikuti perkembangan terbaru, dokumentasi kegiatan posko, serta pengumuman resmi seputar pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata ITBM Polman.

Semua Berita Terbaru

Mahasiswa KKN ITBM Polman Paparkan Program Kerja di Desa Sabang Subik
23 Sep 2026 • 7 views

Mahasiswa KKN ITBM Polman Paparkan Program Kerja di Desa Sabang Subik

Sabang Subik, 23 September 2026 — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Polewali Mandar (ITBM Polman) di Desa Sabang Subik menggelar Seminar Program Kerja pada Rabu (23/9/2026) pukul 16.00 WITA. Kegiatan ini menjadi salah satu tahapan awal dalam pelaksanaan program KKN selama mahasiswa berada di Desa Sabang Subik.Seminar tersebut dihadiri oleh Kepala Desa Sabang Subik Haidir Djalil, anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Salman Unding, serta mahasiswa KKN ITBM Polman.Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memaparkan sejumlah rencana program kerja yang akan dilaksanakan selama masa KKN. Program-program tersebut disusun dengan mengacu pada tema KKN ITBM Polman tahun 2026, yaitu “Desa Terkoneksi, UMKM Berinovasi.”Tema tersebut menjadi landasan mahasiswa dalam merancang kegiatan yang berfokus pada pemanfaatan teknologi, penguatan konektivitas desa, serta pengembangan dan inovasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) masyarakat.Kepala Desa Sabang Subik, Haidir Djalil, menyampaikan apresiasi terhadap kehadiran mahasiswa KKN dan berharap program yang dirancang dapat disinergikan dengan kebutuhan masyarakat desa.“Kami menyambut baik kehadiran mahasiswa KKN ITBM Polman di Desa Sabang Subik. Kami berharap program kerja yang telah dipaparkan dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat sehingga keberadaan mahasiswa dapat memberikan manfaat bagi desa,” ujar Haidir Djalil.Menurutnya, koordinasi antara mahasiswa dan pemerintah desa menjadi hal penting agar setiap program yang dilaksanakan dapat berjalan dengan baik serta memperoleh dukungan dari masyarakat.Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Salman Unding menekankan pentingnya mahasiswa memahami kondisi dan potensi desa sebelum melaksanakan program kerja.“Program kerja yang telah disusun diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan mahasiswa, tetapi benar-benar mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Karena itu, mahasiswa perlu membangun komunikasi dan berkolaborasi dengan pemerintah desa serta masyarakat dalam setiap tahapan pelaksanaannya,” kata Salman Unding.Seminar program kerja juga menjadi ruang diskusi dan koordinasi antara mahasiswa, pemerintah desa, BPD, dan DPL. Melalui forum tersebut, mahasiswa memperoleh berbagai masukan dan arahan untuk menyempurnakan program yang telah direncanakan agar selaras dengan potensi serta kebutuhan Desa Sabang Subik.Kegiatan berlangsung dalam suasana diskusi dan koordinasi. Kolaborasi antara mahasiswa KKN, pemerintah desa, BPD, dan DPL diharapkan dapat mendukung kelancaran pelaksanaan program selama mahasiswa berada di Desa Sabang Subik.Melalui Seminar Program Kerja ini, mahasiswa KKN ITBM Polman menegaskan komitmennya untuk melaksanakan program yang tidak hanya berorientasi pada kegiatan akademik, tetapi juga mendorong pemanfaatan teknologi, penguatan konektivitas desa, dan pengembangan UMKM sesuai dengan tema KKN tahun 2026.

Dari Digitalisasi hingga Promosi UMKM, KKN ITBM Polman Siapkan Program untuk Tamangalle
23 Sep 2026 • 6 views

Dari Digitalisasi hingga Promosi UMKM, KKN ITBM Polman Siapkan Program untuk Tamangalle

TAMANGALLE, BALANIPA – Mahasiswa KKN Tematik ITBM Polman Posko Gattara menggelar Seminar Program Kerja bertema “Desa Terkoneksi, UMKM Berinovasi” di Aula Kantor Desa Tamangalle, Kecamatan Balanipa, Kabupaten Polewali Mandar, Rabu (23/9/2026), pukul 09.30 WITA. Kegiatan ini dihadiri aparat desa, warga, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta perwakilan Karang Taruna untuk membahas rencana program pengabdian mahasiswa.Dalam seminar tersebut, mahasiswa memaparkan dua program utama, yakni Digitalisasi Desa dan Pelestarian Alam. Selain itu, terdapat sejumlah program pendukung yang berfokus pada promosi UMKM lokal dan peningkatan literasi anak-anak.Program Digitalisasi Desa mencakup pengembangan situs web resmi Desa Tamangalle dan pengaktifan media sosial desa. Kedua sarana tersebut direncanakan menjadi media penyebaran informasi sekaligus promosi potensi desa kepada masyarakat luas.Sementara itu, program Pelestarian Alam akan dilaksanakan melalui kegiatan pembersihan dan perawatan kawasan pantai di sekitar pelabuhan nelayan. Mahasiswa juga berencana memanfaatkan media sosial untuk memperkenalkan potensi Pantai Desa Tamangalle.Untuk mendukung pengembangan UMKM, mahasiswa merencanakan pembuatan spanduk promosi bagi pelaku usaha tradisional, pembuatan logo, serta pemetaan lokasi UMKM. Program pendukung lainnya berupa kunjungan ke sekolah dasar dan tadika untuk melaksanakan kegiatan literasi bagi anak-anak.Berdasarkan hasil observasi mahasiswa, Desa Tamangalle memiliki beragam potensi usaha lokal, seperti minyak asli, gula kambu, ikan asap, tungku buatan pengrajin, perhiasan khas Mandar berupa dali dan anting, kue tradisional, serta serundeng kelapa. Berbagai produk tersebut menjadi potensi ekonomi lokal yang dapat diperkenalkan lebih luas melalui penguatan identitas usaha dan pemanfaatan media digital.Seminar juga menjadi ruang diskusi antara mahasiswa dan masyarakat. Aparat desa serta warga memberikan masukan terkait pelaksanaan program, termasuk penyesuaian jadwal kegiatan agar tidak berbenturan dengan rutinitas masyarakat.Kepala Desa Tamangalle, Nurdin Ali, S.IP., mengapresiasi tema yang diangkat mahasiswa. Menurutnya, gagasan desa terkoneksi sejalan dengan upaya pemerintah desa dalam mendorong pelayanan berbasis digital.“Kami berterima kasih atas program yang direncanakan. Tema ini sangat relevan. Kami berharap sinergi ini tidak hanya selesai saat KKN berakhir, tetapi bisa berkelanjutan,” ujarnya.Dukungan terhadap keterlibatan masyarakat juga disampaikan Kak Ari, Wakil Ketua Karang Taruna sekaligus Ketua Sanggar Seni Tamangalle. Ia mengusulkan lomba Redi Papan sebagai kegiatan tambahan dalam rangkaian program KKN.“Kami ingin masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut aktif. Lomba Redi Papan ini bisa menjadi wadah kebersamaan warga,” katanya.Setelah seminar, mahasiswa akan melanjutkan program dengan mendata pelaku UMKM, menyiapkan konten situs web desa, membuat logo dan peta lokasi UMKM, serta melaksanakan kegiatan bersih pantai dan kunjungan literasi. Mahasiswa juga akan berkoordinasi dengan Karang Taruna untuk menindaklanjuti usulan lomba Redi Papan.Melalui program-program tersebut, mahasiswa KKN ITBM Polman Posko Gattara berupaya mendorong pemanfaatan teknologi digital, memperluas promosi UMKM, menjaga lingkungan, dan meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam pengembangan potensi Desa Tamangalle.

Mahasiswa KKN Turut Meriahkan Maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Lampoko
23 Sep 2026 • 8 views

Mahasiswa KKN Turut Meriahkan Maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Lampoko

Lampoko, 23 September 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Polewali Mandar (ITBM Polman) turut memeriahkan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dilaksanakan di Masjid Jami Nurul Taqwa, Desa Lampoko, Kecamatan Campalagian, Rabu (23/9/2026).Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN tidak hanya hadir sebagai peserta sekaligus panitia, tetapi juga ikut berpartisipasi dalam tradisi kuda menari yang menjadi salah satu bagian dari kemeriahan acara masyarakat. Beberapa mahasiswa yang turut berpartisipasi, yakni Andi Alya Ananta Alwi, Arpa, dan Sulbar.Sekitar 50 ekor kuda turut memeriahkan kegiatan tersebut. Para peserta kemudian menaiki kuda dan berkeliling bersama dalam suasana yang penuh antusiasme. Kegiatan tersebut menjadi salah satu momen yang menarik perhatian masyarakat sekaligus memberikan pengalaman baru bagi mahasiswa KKN.Bagi mahasiswa KKN, mengikuti kuda menari menjadi pengalaman yang cukup berkesan karena merupakan pengalaman pertama mereka menaiki kuda dan mengikuti kegiatan tersebut secara langsung bersama masyarakat.Salah satu mahasiswa KKN, Arpa, mengungkapkan rasa senangnya setelah mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, pengalaman tersebut terasa seru karena untuk pertama kalinya ia dapat menaiki kuda dan ikut berkeliling bersama masyarakat dalam rangka memeriahkan Maulid Nabi Muhammad SAW.“Sangat seru karena ini pengalaman pertama saya naik kuda dan ikut berkeliling bersama masyarakat. Kami senang bisa ikut berpartisipasi dan merasakan langsung tradisi masyarakat di Desa Lampoko,” ujar Arpa.Keikutsertaan mahasiswa KKN dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya untuk membangun kedekatan dengan masyarakat selama menjalankan program KKN di Desa Lampoko. Selain menjalankan program kerja, mahasiswa juga berusaha terlibat dalam berbagai kegiatan sosial, keagamaan, dan budaya yang dilaksanakan oleh masyarakat setempat.Kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut berlangsung dalam suasana meriah dan penuh kebersamaan. Antusiasme masyarakat dan mahasiswa KKN terlihat sepanjang kegiatan, terutama ketika rombongan kuda menari berkeliling di sekitar wilayah desa.Bagi mahasiswa KKN, keterlibatan dalam kegiatan ini tidak hanya menjadi pengalaman baru, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mengenal lebih dekat tradisi dan kehidupan sosial masyarakat Desa Lampoko. Melalui kegiatan bersama seperti ini, hubungan antara mahasiswa KKN dan masyarakat diharapkan semakin erat selama pelaksanaan KKN berlangsung.

Bangun Kedekatan dengan Warga, Mahasiswa KKN ITBM Polman Gelar Kegiatan Edukasi Kreatif dan Permainan Bersama Anak di Sabang Subik
22 Sep 2026 • 8 views

Bangun Kedekatan dengan Warga, Mahasiswa KKN ITBM Polman Gelar Kegiatan Edukasi Kreatif dan Permainan Bersama Anak di Sabang Subik

SABANG SUBIK — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Polewali Mandar (ITBM Polman) menggelar kegiatan kebersamaan dan permainan edukatif bersama anak-anak serta orang tua di fasilitas pendidikan Desa Sabang Subik, Kecamatan Balanipa, Selasa (22/9/2026) pukul 09.00 WITA, guna membangun komunikasi intuitif dan mempererat hubungan sosial selama masa pengabdian.Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hari tersebut disambut antusias oleh puluhan anak dan orang tua murid yang hadir. Berbagai aktivitas kreatif dan permainan kelompok dirancang secara khusus untuk menciptakan suasana belajar yang interaktif namun tetap santai dan menyenangkan. Melalui skema permainan interaktif ini, mahasiswa KKN ITBM Polman tidak hanya memandu ragam aktivitas fisik dan asah otak, tetapi juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berinteraksi langsung dengan para orang tua. Pendekatan sosial ini menjadi ruang diskusi informal bagi mahasiswa untuk menyerap aspirasi serta memahami kondisi dan kebutuhan pendidikan anak-anak di Desa Sabang Subik secara lebih mendalam.Nayla Naesyla mahasiswa KKN ITBM Polman mengungkapkan bahwa interaksi langsung dengan anak-anak dan masyarakat menjadi salah satu momen paling berharga dalam dinamika pengabdian mereka di lapangan.“Kegiatan seperti ini menjadi kesempatan bagi kami untuk lebih dekat dengan anak-anak dan masyarakat. Kami berharap kehadiran mahasiswa KKN dapat memberikan pengalaman yang menyenangkan sekaligus membangun hubungan yang baik dengan warga,” ujarnya.Kehadiran para orang tua yang turut mendampingi anak-anak mereka sepanjang acara berlangsung menciptakan atmosfer kekeluargaan yang hangat. Keterlibatan aktif warga desa ini mempermudah pencairan suasana antara mahasiswa dan masyarakat sekitar. Bagi tim mahasiswa KKN ITBM Polman, keberhasilan pelaksanaan program pengabdian tidak hanya diukur dari realisasi program kerja fisik semata, melainkan juga dari kualitas hubungan sosial dan silaturahmi yang terbangun dengan masyarakat lokal. Interaksi edukatif dan ramah anak ini diharapkan menjadi pondasi awal yang kokoh untuk membuka ruang kolaborasi lebih lanjut antara mahasiswa KKN dan warga Desa Sabang Subik selama masa pengabdian berjalan.Laporan: Nayla NaesylaMahasiswa KKN ITBM Polman

Mahasiswa KKN ITBM Polman Lakukan Kunjungan ke Sekolah di Desa Lampoko
22 Sep 2026 • 6 views

Mahasiswa KKN ITBM Polman Lakukan Kunjungan ke Sekolah di Desa Lampoko

Polewali Mandar, 22 September 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah (ITBM) Polewali Mandar melaksanakan kunjungan ke SD Rappogading, Desa Lampoko, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar, pada Selasa (22/9/2026).Kunjungan ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan mahasiswa KKN selama melaksanakan pengabdian kepada masyarakat di Desa Lampoko. Kegiatan tersebut bertujuan untuk menjalin silaturahmi sekaligus membangun komunikasi dengan pihak sekolah.Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa KKN melakukan observasi terhadap lingkungan sekolah serta berdiskusi dengan pihak sekolah mengenai kondisi dan kegiatan pendidikan yang berlangsung di SD Rappogading. Mahasiswa juga menggali informasi mengenai potensi kegiatan yang dapat dilakukan bersama selama pelaksanaan KKN.Kegiatan ini menjadi langkah awal bagi mahasiswa untuk memahami kondisi lingkungan pendidikan di Desa Lampoko. Informasi yang diperoleh diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menyusun kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi masyarakat setempat, khususnya dalam bidang pendidikan dan pengembangan literasi.Selain melakukan observasi, kunjungan tersebut juga menjadi bagian dari upaya mahasiswa untuk membangun hubungan yang baik dengan berbagai unsur masyarakat di Desa Lampoko. Kerja sama dengan pihak sekolah diharapkan dapat mendukung pelaksanaan program kerja KKN sehingga dapat memberikan manfaat bagi siswa, pihak sekolah, maupun masyarakat sekitar.Kegiatan kunjungan berlangsung dengan baik dan mendapat sambutan dari pihak SD Rappogading. Mahasiswa KKN berharap komunikasi dan silaturahmi yang telah terjalin dapat terus berjalan selama masa pelaksanaan KKN.Kunjungan ke SD Rappogading merupakan salah satu bentuk langkah mahasiswa KKN ITBM Polewali Mandar dalam mengenal potensi serta kebutuhan masyarakat Desa Lampoko. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya mahasiswa dalam mengimplementasikan tema KKN “Desa Terkoneksi, UMKM Berinovasi” melalui berbagai kegiatan yang dapat mendukung pengembangan desa.

Mahasiswa kkn itbm polman desa kenje, melaksanakan seminar program kerja
22 Sep 2026 • 5 views

Mahasiswa kkn itbm polman desa kenje, melaksanakan seminar program kerja

KENJE, 22 September 2026 Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) ITBM Polman melaksanakan seminar program kerja di Desa Kenje, Kecamatan Campalagian. Kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memaparkan rencana program yang akan dilaksanakan selama masa KKN sekaligus membangun koordinasi bersama pemerintah desa dan masyarakat.Seminar dihadiri oleh mahasiswa KKN bersama pihak pemerintah Desa Kenje dan unsur masyarakat. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa menyampaikan berbagai program yang telah disusun berdasarkan hasil observasi dan komunikasi dengan masyarakat selama berada di lokasi KKN.Pemaparan program dilakukan secara bergantian oleh mahasiswa sesuai dengan bidang kegiatan masing-masing. Program yang disampaikan mencakup beberapa kegiatan, antara lain pendampingan dan pengembangan UMKM, branding umkm dan pemasaran, edukasi, kegiatan sosial, serta kegiatan pemberdayaan masyarakat.Selain pemaparan program, seminar juga menjadi ruang untuk menyampaikan tujuan, sasaran, bentuk kegiatan, serta rencana pelaksanaan setiap program. Mahasiswa menjelaskan bagaimana program tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat dan menyesuaikan dengan kondisi serta kebutuhan masyarakat Desa Kenje.Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa juga menerima tanggapan dan masukan dari pihak desa maupun peserta seminar. Salah satu masukan dari masyarakat adalah memberikan edukasi teknologi ke pesantren yang ada di desa kenje. Masukan tersebut menjadi bahan pertimbangan bagi mahasiswa untuk menyempurnakan pelaksanaan program agar kegiatan yang dilakukan selama KKN dapat berjalan secara lebih terarah.Salah satu mahasiswa KKN menyampaikan bahwa seminar program kerja menjadi langkah penting sebelum seluruh kegiatan dilaksanakan. “Melalui seminar ini, kami dapat menyampaikan program yang telah kami susun sekaligus mendengarkan masukan dari pihak desa dan masyarakat agar pelaksanaannya dapat disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan,”* ujarnya.Kegiatan berlangsung dalam suasana komunikatif dan partisipatif. Peserta mengikuti pemaparan program serta memberikan respons terhadap beberapa rencana kegiatan yang disampaikan mahasiswa.Seminar program kerja diharapkan dapat memperkuat koordinasi antara mahasiswa KKN ITBM Polman dengan pemerintah dan masyarakat Desa Kenje. Dengan adanya komunikasi sejak awal, pelaksanaan program diharapkan dapat berjalan secara terarah, melibatkan masyarakat, dan memberikan manfaat yang nyata selama mahasiswa melaksanakan KKN. Tim KKN ITBM PolmanPenulis :Tim HumasEditor :Afdal

Dukung Produktivitas Kelompok Wanita Tani, Mahasiswa KKN ITBM Polman Bantu Pembuatan Media Tanam di Desa Lekopadis
21 Sep 2026 • 5 views

Dukung Produktivitas Kelompok Wanita Tani, Mahasiswa KKN ITBM Polman Bantu Pembuatan Media Tanam di Desa Lekopadis

LEKOPADIS – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah (ITBM) Polewali Mandar turut berpartisipasi dalam kegiatan pembuatan media tanam bersama ibu-ibu Kelompok Wanita Tani (KWT) di Dusun 3, Desa Lekopadis, Kabupaten Polewali Mandar, pada Sabtu, 19 September 2026.Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk keterlibatan mahasiswa KKN dalam mendukung aktivitas produktif masyarakat, khususnya kelompok wanita tani yang berperan dalam pengembangan kegiatan pertanian di lingkungan desa.

Pemerintah Desa Sabang Subik Salurkan Bantuan Pangan Berupa Beras kepada Masyarakat
21 Sep 2026 • 4 views

Pemerintah Desa Sabang Subik Salurkan Bantuan Pangan Berupa Beras kepada Masyarakat

Sabang Subik, 21 September 2026 — Pemerintah Desa Sabang Subik menyalurkan bantuan pangan berupa beras kepada masyarakat pada Senin (21/9/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WITA tersebut berlangsung di Kantor Desa Sabang Subik.Dalam penyaluran tersebut, sekitar 600 paket bantuan beras diberikan kepada masyarakat penerima. Setiap penerima memperoleh bantuan sebanyak 30 kilogram beras.Penyaluran bantuan dilakukan sebagai bagian dari upaya membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Proses pembagian berlangsung dengan melibatkan perangkat desa serta masyarakat yang telah ditetapkan sebagai penerima bantuan.Kepala Desa Sabang Subik bersama anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Sabang Subik turut hadir dalam kegiatan tersebut. Kehadiran pemerintah desa dan BPD menjadi bagian dari proses pendampingan dan pemantauan pelaksanaan penyaluran bantuan kepada masyarakat.Pemerintah Desa Sabang Subik berharap bantuan pangan yang diterima masyarakat dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan keluarga, khususnya kebutuhan pangan sehari-hari.“Kami berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat dan membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga. Pemerintah desa akan terus mendukung berbagai program yang ditujukan untuk membantu masyarakat,” ujar Kepala Desa Sabang Subik, Haidir Djalil.Penyaluran bantuan berlangsung dengan tertib hingga seluruh paket bantuan yang disiapkan dapat disalurkan kepada masyarakat penerima.Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk pelayanan pemerintah desa kepada masyarakat sekaligus upaya mendukung pemenuhan kebutuhan dasar warga di Desa Sabang Subik.Laporan: ImranMahasiswa KKN ITBM Polman

UMKM Gula Merah di Desa Lampoko Tetap Bertahan, Potensi Ekonomi Lokal yang Perlu Dikembangkan
21 Sep 2026 • 8 views

UMKM Gula Merah di Desa Lampoko Tetap Bertahan, Potensi Ekonomi Lokal yang Perlu Dikembangkan

Lampoko, Polewali Mandar – Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) gula merah menjadi salah satu usaha masyarakat yang masih bertahan di Desa Lampoko, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar. Usaha yang telah berjalan selama lebih dari tujuh tahun tersebut hingga kini masih terus diproduksi dan dipasarkan secara langsung kepada masyarakat melalui pasar.Keberadaan UMKM gula merah menjadi salah satu potensi usaha masyarakat yang menarik perhatian mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Polewali Mandar (ITBM Polman). Mahasiswa melakukan observasi untuk melihat secara langsung proses pengolahan gula merah sekaligus mengetahui bagaimana usaha tersebut dijalankan oleh masyarakat setempat.Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa KKN mendapatkan penjelasan langsung dari salah seorang pelaku UMKM mengenai proses pembuatan gula merah. Pelaku usaha menjelaskan bahwa proses produksi dimulai dari pengambilan manisan, yang kemudian diolah melalui beberapa tahapan hingga menghasilkan gula merah yang siap untuk dipasarkan.Menurut penjelasan pelaku usaha, manisan yang telah diperoleh menjadi bahan utama dalam proses pembuatan gula merah. Bahan tersebut selanjutnya diolah melalui proses pemasakan hingga mencapai kondisi yang sesuai untuk kemudian dibentuk menjadi gula merah.Proses tersebut menunjukkan bahwa pembuatan gula merah masih membutuhkan keterampilan dan ketelitian dari pelaku usaha. Setiap tahapan harus dilakukan dengan baik agar hasil olahan dapat menghasilkan gula merah yang sesuai untuk dipasarkan dan dikonsumsi.Seorang pelaku UMKM gula merah di Desa Lampoko mengatakan bahwa usaha tersebut telah dijalankan selama lebih dari tujuh tahun. Selama menjalankan usaha, produk gula merah dipasarkan secara langsung di pasar.“Usaha ini sudah berjalan lebih dari tujuh tahun. Untuk pemasarannya, gula merah biasanya dijual langsung di pasar,” ujar pelaku UMKM tersebut.Selain menjelaskan mengenai pemasaran, pelaku usaha juga memperlihatkan dan menjelaskan kepada mahasiswa mengenai tahapan pengolahan manisan hingga menjadi gula merah. Penjelasan tersebut memberikan gambaran secara langsung kepada mahasiswa mengenai proses produksi yang selama ini dilakukan oleh masyarakat.Bagi mahasiswa KKN, kegiatan observasi tersebut menjadi kesempatan untuk mengenal lebih dekat potensi usaha masyarakat Desa Lampoko. Tidak hanya melihat produk yang dihasilkan, mahasiswa juga memperoleh pemahaman mengenai proses di balik produksi gula merah yang membutuhkan waktu, keterampilan, dan ketekunan.UMKM gula merah tersebut juga menunjukkan bahwa usaha berbasis potensi lokal masih memiliki peran dalam aktivitas ekonomi masyarakat desa. Pemasaran yang dilakukan secara langsung di pasar menjadi salah satu cara yang selama ini digunakan pelaku usaha untuk menjangkau konsumen.Di tengah perkembangan pemasaran digital, keberadaan usaha gula merah di Desa Lampoko juga membuka peluang untuk dikembangkan melalui strategi pemasaran yang lebih luas. Pengenalan produk melalui media sosial, penggunaan kemasan yang lebih menarik, serta penyampaian informasi mengenai proses dan keunggulan produk dapat menjadi alternatif pengembangan usaha ke depan.Bagi mahasiswa KKN ITBM Polman, observasi UMKM ini tidak hanya menjadi bagian dari kegiatan mengenali potensi ekonomi desa, tetapi juga menjadi pengalaman untuk memahami secara langsung aktivitas usaha masyarakat. Informasi yang diperoleh dari lapangan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam melihat kebutuhan dan peluang pengembangan UMKM di Desa Lampoko.Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa berharap potensi usaha masyarakat, termasuk UMKM gula merah, dapat terus diperhatikan dan dikembangkan. Keberadaan usaha yang telah bertahan selama lebih dari tujuh tahun menunjukkan adanya aktivitas ekonomi lokal yang masih berjalan dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Desa Lampoko.

Mahasiswa kkn itbm polman desa kenje melakukan persiapan seminar program kerja
21 Sep 2026 • 5 views

Mahasiswa kkn itbm polman desa kenje melakukan persiapan seminar program kerja

KENJE, 21 September 2026. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) ITBM Polman melaksanakan persiapan seminar program kerja KKN di Desa Kenje, Kecamatan Campalagian. Persiapan dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan seminar dapat berjalan dengan baik serta program kerja yang akan disampaikan dapat dipahami oleh pemerintah desa dan masyarakat.Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa melakukan sejumlah persiapan, mulai dari memeriksa materi program kerja, pembuatan undangan, menyusun susunan acara, menyiapkan kebutuhan administrasi, hingga memastikan perlengkapan yang akan digunakan selama seminar. Setiap anggota turut mengambil bagian sesuai dengan tugas yang telah dibagi.Mahasiswa juga melakukan pengecekan kembali terhadap program kerja yang telah disusun. Hal ini dilakukan agar materi yang disampaikan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat Desa Kenje, khususnya program yang berkaitan dengan pengembangan UMKM, pemberdayaan masyarakat, edukasi, serta kegiatan sosial dan lingkungan. Selain mempersiapkan materi, mahasiswa melakukan koordinasi mengenai teknis pelaksanaan seminar. Pembagian tugas seperti pembawa acara, moderator, pemateri, operator, dokumentasi, dan bagian perlengkapan turut diperiksa kembali agar setiap anggota memahami tanggung jawab masing-masing.Kordes kkn desa kenje itbm polman (wildha) menyampaikan bahwa persiapan secara matang diperlukan agar pelaksanaan seminar dapat berlangsung secara tertib. “Kami mempersiapkan setiap bagian dengan sebaik mungkin agar program kerja yang akan disampaikan dapat diterima dan dikomunikasikan dengan jelas kepada pemerintah desa dan masyarakat,”* ujarnya.Persiapan tersebut juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengevaluasi kembali program yang telah dirancang. Masukan dan hasil koordinasi antaranggota digunakan untuk menyempurnakan materi sebelum dipresentasikan dalam seminar.Kegiatan persiapan berlangsung secara bersama-sama dengan suasana yang komunikatif. Mahasiswa saling membantu dalam menyelesaikan berbagai kebutuhan seminar, sekaligus memastikan tidak ada bagian penting yang terlewat.Melalui persiapan ini, mahasiswa KKN ITBM Polman diharapkan dapat melaksanakan seminar program kerja secara terarah dan efektif. Seminar nantinya menjadi ruang untuk memperkenalkan program yang akan dilaksanakan sekaligus membangun komunikasi dan kerja sama antara mahasiswa KKN, pemerintah desa, serta masyarakat Desa Kenje.Tim KKN ITBM PolmanPenulis :Tim HumasEditor : Afdal