Informasi & Publikasi

Berita & Pengumuman KKN

Ikuti perkembangan terbaru, dokumentasi kegiatan posko, serta pengumuman resmi seputar pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata ITBM Polman.

Semua Berita Terbaru

Observasi Lanjutkan umkm, mahasiswa kkn itbm polman identifikasi pengembangan usaha di desa kenje
18 Sep 2026 • 5 views

Observasi Lanjutkan umkm, mahasiswa kkn itbm polman identifikasi pengembangan usaha di desa kenje

KENJE, 18 September 2026– Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) ITBM Polman melaksanakan observasi lanjutan pada salah satu UMKM di Desa Kenje, Kecamatan Campalagian. Kegiatan ini dilakukan untuk memperoleh informasi yang lebih mendalam mengenai kondisi usaha, kebutuhan pelaku UMKM, serta aspek yang masih dapat dikembangkan melalui program kerja KKN.Observasi dilakukan dengan mengunjungi langsung lokasi usaha dan berinteraksi dengan pelaku UMKM. Mahasiswa mengamati proses kegiatan usaha, mulai dari pengelolaan produk, proses produksi, pengemasan, hingga cara pelaku usaha melakukan pemasaran. Selain pengamatan, mahasiswa juga berdiskusi secara langsung dengan pelaku UMKM untuk mengetahui kendala dan kebutuhan yang dihadapi dalam menjalankan usaha.Kegiatan observasi lanjutan ini menjadi bagian penting dalam menentukan bentuk pendampingan yang sesuai dengan kondisi UMKM. Informasi yang diperoleh tidak hanya berkaitan dengan kegiatan produksi, tetapi juga mencakup aspek branding, kemasan, promosi, pemasaran digital, legalitas. Melalui observasi tersebut, mahasiswa KKN dapat melihat secara lebih jelas kondisi usaha di lapangan dan membandingkannya dengan hasil pengamatan sebelumnya. Pendekatan secara langsung juga memberikan kesempatan kepada pelaku UMKM untuk menyampaikan kebutuhan serta permasalahan yang mereka hadapi dalam menjalankan usahanya.Salah satu mahasiswa KKN menyampaikan bahwa observasi lanjutan diperlukan agar program yang diberikan tidak hanya bersifat umum, tetapi benar-benar sesuai dengan kebutuhan UMKM. Kami ingin mengetahui lebih jauh kondisi dan kebutuhan UMKM sehingga pendampingan yang diberikan nantinya dapat tepat sasaran dan membantu usaha berkembang,ujarnya.Hasil observasi selanjutnya akan menjadi bahan bagi mahasiswa dalam menyusun dan melaksanakan kegiatan pendampingan UMKM. Beberapa aspek yang ditemukan di lapangan akan dikaji kembali untuk menentukan prioritas program, termasuk penguatan identitas usaha, media promosi, pengelolaan informasi usaha, serta peningkatan daya tarik produk.Kegiatan berlangsung dengan komunikasi yang baik antara mahasiswa dan pelaku UMKM. Observasi ini diharapkan dapat memperkuat hubungan antara mahasiswa KKN dan pelaku usaha sekaligus menjadi dasar bagi pelaksanaan program kerja yang lebih sesuai dengan kondisi masyarakat Desa Kenje.Tim KKN ITBM PolmanPenulis : Tim HumasEditor :Afdal

Mahasiswa KKN ITBM Polewali Mandar Kunjungi UMKM Rengginang di Desa Lampoko, Identifikasi Kendala Produksi dan Pemasaran
18 Sep 2026 • 6 views

Mahasiswa KKN ITBM Polewali Mandar Kunjungi UMKM Rengginang di Desa Lampoko, Identifikasi Kendala Produksi dan Pemasaran

POLEWALI MANDAR – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah (ITBM) Polewali Mandar yang bertugas di Desa Lampoko, Kecamatan Campalagian, melakukan kunjungan ke salah satu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pengolah rengginang atau pipang untuk menggali informasi mengenai proses usaha, pemasaran, serta kendala yang dihadapi dalam menjalankan usaha.Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya mahasiswa KKN dalam mengenal potensi ekonomi desa sekaligus mengidentifikasi berbagai tantangan yang dihadapi pelaku UMKM di Desa Lampoko. Mahasiswa diterima langsung oleh pemilik usaha rengginang, Ibu Nurmi, yang menjelaskan perjalanan usahanya serta kondisi usaha yang dijalankan saat ini.Menurut Ibu Nurmi, usaha rengginang atau pipang yang dikelolanya telah berjalan selama kurang lebih 12 tahun dan menjadi salah satu usaha rumahan yang terus dipertahankan hingga saat ini.“Usaha pipang ini sudah berjalan selama 12 tahun. Pemasarannya dilakukan secara langsung di pasar dan juga dititipkan kepada beberapa penjual ikan,” ujar Ibu Nurmi.Selain pemasaran secara langsung, Ibu Nurmi menjelaskan bahwa promosi secara daring juga pernah dilakukan, meskipun belum menggunakan akun media sosial khusus untuk usaha tersebut.“Kami belum memiliki media sosial khusus untuk usaha ini. Selama ini promosi secara online dilakukan melalui akun pribadi anak saya,” katanya.Dalam kesempatan tersebut, Ibu Nurmi juga menyampaikan bahwa salah satu kendala utama yang dihadapi saat ini adalah keterbatasan tenaga kerja. Kondisi tersebut berdampak pada menurunnya kapasitas produksi rengginang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.“Saat ini kendala utama adalah kurangnya tenaga kerja, sehingga produksi rengginang juga menurun. Biasanya rengginang dibuat jika ada pesanan, baik secara langsung maupun melalui pemesanan online,” jelasnya.Ia menambahkan bahwa proses pembuatan rengginang memerlukan tenaga dan waktu yang cukup, sehingga keterbatasan sumber daya manusia menjadi tantangan dalam mempertahankan jumlah produksi.Kunjungan mahasiswa KKN ke UMKM rengginang tersebut menjadi bagian dari kegiatan observasi lapangan untuk memahami kondisi nyata yang dihadapi pelaku usaha di desa. Informasi yang diperoleh diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan program kerja yang mendukung pengembangan UMKM, khususnya dalam aspek pemasaran digital dan penguatan usaha.Mahasiswa KKN ITBM Polewali Mandar menyatakan bahwa UMKM memiliki peran penting dalam mendukung perekonomian masyarakat desa. Oleh karena itu, pendampingan dan pemanfaatan teknologi digital dinilai dapat menjadi salah satu upaya untuk membantu pelaku usaha memperluas jangkauan pemasaran produk.Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman belajar langsung dari pelaku usaha, tetapi juga dapat memahami berbagai potensi dan tantangan yang dihadapi UMKM di Desa Lampoko. Diharapkan, sinergi antara mahasiswa dan pelaku usaha dapat memberikan manfaat serta mendorong pengembangan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.

Sampah Menumpuk di Pesisir Sabang Subik, Warga Keluhkan Ketiadaan Tempat Pembuangan dan Pengangkutan
18 Sep 2026 • 7 views

Sampah Menumpuk di Pesisir Sabang Subik, Warga Keluhkan Ketiadaan Tempat Pembuangan dan Pengangkutan

Sabang Subik, 18 September 2026 — Persoalan sampah masih menjadi salah satu masalah lingkungan yang dihadapi masyarakat Desa Sabang Subik, Kecamatan Balanipa, Kabupaten Polewali Mandar. Ketiadaan tempat pembuangan akhir (TPA) dan keterbatasan layanan pengangkutan membuat sebagian warga membuang sampah ke saluran irigasi besar yang menjadi jalur aliran air hingga bermuara ke laut.Kondisi tersebut disebut telah berlangsung selama bertahun-tahun. Sampah rumah tangga, plastik, botol, pakaian bekas, hingga berbagai jenis limbah lainnya terlihat menumpuk di sekitar aliran irigasi dan kawasan pesisir.Tumpukan sampah tidak hanya mengganggu kebersihan lingkungan, tetapi juga berpotensi mencemari aliran irigasi dan kawasan laut apabila sampah terbawa arus. Kondisi di sekitar pesisir juga menunjukkan adanya persoalan pengelolaan sampah yang membutuhkan perhatian dan penanganan secara berkelanjutan.Salah seorang warga mengungkapkan bahwa persoalan tersebut juga diperparah oleh tidak adanya mobil pengangkut sampah yang beroperasi secara rutin di wilayah desa. Menurut keterangan warga, kendaraan pengangkut sampah pernah tersedia, tetapi hanya datang satu kali dan setelah itu tidak lagi beroperasi.“Dulu pernah ada mobil pengangkut sampah, tetapi hanya sekali datang. Setelah itu susah, tidak pernah lagi,” ungkap salah seorang warga.Keterbatasan fasilitas pengelolaan dan pengangkutan sampah membuat masyarakat menghadapi keterbatasan dalam menjaga kebersihan lingkungan. Di satu sisi, warga membutuhkan sistem pengelolaan sampah yang memadai, sementara fasilitas pembuangan dan layanan pengangkutan belum tersedia secara rutin.Kondisi tersebut diharapkan dapat menjadi perhatian pemerintah desa dan pihak terkait untuk mencari solusi pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Penanganan dapat dilakukan melalui penyediaan tempat pembuangan sementara, pengangkutan sampah secara berkala, serta edukasi kepada masyarakat mengenai pemilahan dan pengelolaan sampah.Laporan Salman UndingMahasiswa ITBM Polman

Panitia KKN ITBM Polman Kunjungi Diskominfo SP Polewali Mandar, Bahas Pengelolaan Website Desa
18 Sep 2026 • 158 views

Panitia KKN ITBM Polman Kunjungi Diskominfo SP Polewali Mandar, Bahas Pengelolaan Website Desa

Polewali Mandar, 18 September 2026 — Panitia Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Angkatan IV Tahun 2026 Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Polewali Mandar (ITBM Polman) melakukan kunjungan ke Kantor Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo SP) Kabupaten Polewali Mandar.Dalam kunjungan tersebut, Panitia KKN ITBM Polman diwakili oleh Alvin Syahril Fauzi, S.Kom., M.Kom. dan Syafaruddin, S.P. Keduanya diterima langsung oleh Kepala Dinas Kominfo SP Kabupaten Polewali Mandar, Andi Himawan Jasin, ST, M.Si.Pertemuan tersebut membahas pengelolaan dan optimalisasi website desa, khususnya dalam mendukung pelaksanaan KKN Tematik ITBM Polman Tahun 2026 yang mengusung tema “Desa Terkoneksi, UMKM Berinovasi.”Dalam pertemuan, Panitia KKN menyampaikan bahwa salah satu fokus program mahasiswa selama berada di lokasi KKN adalah mendukung proses digitalisasi desa. Website desa diharapkan tidak hanya menjadi media penyampaian informasi pemerintahan desa, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk mempublikasikan profil dan potensi desa, kegiatan masyarakat, pelayanan dan informasi publik, hingga promosi potensi UMKM lokal.Pembahasan bersama Diskominfo SP juga diarahkan pada aspek teknis pengelolaan website desa, termasuk koordinasi akses pengelolaan website, pembaruan konten, serta pendampingan kepada pemerintah desa agar website dapat dikelola secara aktif dan berkelanjutan.Melalui program tersebut, mahasiswa KKN diharapkan dapat berkolaborasi dengan pemerintah desa dalam melakukan identifikasi kondisi website, pembaruan profil dan informasi desa, dokumentasi potensi desa, serta penguatan kapasitas aparatur desa dalam pengelolaan konten digital.Kunjungan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun sinergi antara ITBM Polman, Diskominfo SP Kabupaten Polewali Mandar, dan pemerintah desa dalam mendorong transformasi digital di tingkat desa.Dengan adanya koordinasi tersebut, program digitalisasi yang dilaksanakan mahasiswa KKN diharapkan tidak berhenti pada pembuatan atau pembaruan website semata, tetapi dapat menghasilkan sistem informasi desa yang lebih aktif, informatif, dan dapat dilanjutkan pengelolaannya oleh pemerintah desa setelah pelaksanaan KKN berakhir.Kegiatan ini sejalan dengan semangat KKN Tematik Angkatan IV ITBM Polman Tahun 2026, “Desa Terkoneksi, UMKM Berinovasi,” dengan menempatkan mahasiswa sebagai bagian dari kolaborasi untuk menghadirkan pemanfaatan teknologi yang memberikan manfaat nyata bagi desa.

Mengungkap Sejarah dan Asal-Usul Nama Desa Lampoko
18 Sep 2026 • 7 views

Mengungkap Sejarah dan Asal-Usul Nama Desa Lampoko

POLEWALI MANDAR — Sejarah berdirinya Desa Lampoko, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar, tidak terlepas dari cerita dan penuturan masyarakat yang diwariskan dari generasi ke generasi. Salah satu hal yang menarik untuk diketahui adalah asal-usul nama “Lampoko” yang hingga kini menjadi identitas desa tersebut.Hal itu disampaikan Kepala Desa Lampoko, Abdul Razak, saat diwawancarai mengenai sejarah berdirinya Desa Lampoko serta asal-usul penamaan wilayah tersebut.Menurut Abdul Razak, nama Lampoko salah satunya berasal dari kata “poko’”, yang memiliki arti dasar, pokok, pondasi, atau pusat. Makna tersebut berkaitan dengan keberadaan wilayah Lampoko pada masa dahulu yang dianggap sebagai salah satu wilayah penting dalam kehidupan masyarakat setempat.“Lampoko ini berasal dari kata poko’, yang berarti dasar pokok, pondasi, atau pusat. Jadi, penamaan Lampoko itu berkaitan dengan wilayah yang menjadi bagian penting bagi masyarakat pada masa dahulu,” ujar Abdul Razak.Selain berasal dari kata poko’, terdapat pula cerita lain yang berkembang di tengah masyarakat mengenai asal-usul nama Lampoko. Abdul Razak menjelaskan bahwa dahulu wilayah tersebut banyak ditumbuhi pohon aren, yang oleh masyarakat dimanfaatkan untuk menghasilkan gula merah.Menurutnya, banyaknya pohon aren tersebut kemudian melahirkan penyebutan “lamboko” oleh masyarakat pada masa itu. Seiring berjalannya waktu, terjadi perubahan dalam pengucapan hingga akhirnya lebih dikenal dengan sebutan “Lampoko”.“Ada juga cerita bahwa dulu di wilayah ini banyak pohon aren atau pohon yang menghasilkan gula merah. Masyarakat pada waktu itu menyebutnya lamboko. Karena adanya perbedaan pengucapan dari waktu ke waktu, akhirnya penyebutannya menjadi Lampoko,” jelasnya.Abdul Razak menambahkan bahwa kedua cerita tersebut merupakan bagian dari penuturan sejarah yang berkembang di masyarakat dan menjadi bagian dari identitas Desa Lampoko.Seiring perkembangan zaman, Desa Lampoko kemudian berkembang menjadi salah satu wilayah yang memiliki kehidupan masyarakat yang erat dengan budaya Mandar, agama Islam, serta aktivitas pertanian. Berbagai cerita mengenai sejarah dan asal-usul nama desa tersebut menjadi bagian penting dari warisan masyarakat yang perlu diketahui oleh generasi muda.Menurut Abdul Razak, mengenal sejarah desa penting dilakukan agar masyarakat, khususnya generasi muda, tidak melupakan asal-usul wilayah tempat mereka tinggal.“Sejarah ini penting untuk diketahui, terutama oleh generasi muda, supaya mereka mengetahui asal-usul daerahnya dan tetap menjaga apa yang menjadi bagian dari identitas Desa Lampoko,” tutup Abdul Razak. 

Cerita Rasa dari UMKM Sambal Goreng
18 Sep 2026 • 5 views

Cerita Rasa dari UMKM Sambal Goreng

Kel. Balanipa, lingk. Pandewulawang, 18 September 2026 - potensi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di lingk pandewulawang, kec. Balanipa (KKN) ITBM polewali mandar. Salah satu usaha yang di kunjungi adalah UMKM yang memproduksi sambal goreng Nengsi. Di Balik Cita Rasa Sambal Goreng Nengsi, terdapat proses, ketetuan, dan semangat untuk mengembangkan usaha lokal. Melalui kunjungan ini, kami berkesempatan melihat secara langsung proses pengolahan bahan hingga menjadi produk yang siap dinikmati. Kunjungan ini bukan hanya tentang mengenal sebuah produk, tetapi juga belajar dari perjalanan dan semangat pelaku UMKM dalam mempertahankan kualitas serta mengembangkan usahanya. Sebuah cerita sederhana dari dapur lokal yang terus tumbuh dan memberi rasa bagi masyarakat. Sambal Goreng merupakan salah satu makanan khas suku Mandar yang biasanya disajikan dalam berbagai acara dan percayaan. Hidangan ini tidak hanya memiliki cita rasa yang khas, tetapi juga menjadi bagian dari tradisi dan kebersamaan masyarakat. Kegiatan observasi dilakukan dengan mengunjungi UMKM "Dapur Nengsi" untuk mengenal secara langsung proses pembuatan, pengelolaan, serta pemasaran produk. Kegiatan ini juga bertujuan untuk mengetahui potensi dan kendala UMKM dalam mengembangkan usahanya.

Kebakaran Lahan Melalap Perbukitan Desa Sabang Subik, Kepala Desa Imbau Warga Waspadai Aktivitas Pembakaran Sampah
17 Sep 2026 • 5 views

Kebakaran Lahan Melalap Perbukitan Desa Sabang Subik, Kepala Desa Imbau Warga Waspadai Aktivitas Pembakaran Sampah

SABANG SUBIK — Kebakaran lahan kembali melanda kawasan perbukitan di Desa Sabang Subik, Kecamatan Balanipa, Kabupaten Polewali Mandar, Kamis (17/9/2026) sekitar pukul 13.30 WITA, yang diduga dipicu oleh aktivitas pembakaran sengaja oleh warga di tengah kondisi vegetasi yang mengering.Peristiwa tersebut berawal saat kobaran api muncul dan dengan cepat merembet melalap hamparan semak belukar serta tumpukan material sampah kering di area perbukitan. Cuaca yang terik dipadu dengan melimpahnya ranting dan dedaunan kering membuat jilatan api sangat mudah menjalar dari satu titik ke area lainnya dalam waktu singkat.Dampak dari kebakaran tersebut tidak hanya merusak vegetasi rendah, tetapi juga sempat menganguskan sebagian kecil dari dua pohon mangga berukuran besar yang berdiri di sekitar lokasi kejadian. Selain itu, kepulan asap tebal membumbung tinggi dan menyelimuti sebagian kawasan perbukitan, sehingga memicu kekhawatiran warga yang bermukim di sekitar titik api.Berdasarkan penelusuran awal di lapangan, dugaan kuat mengarah pada tindakan pembakaran lahan atau sampah yang dilakukan oleh oknum warga setempat tanpa pengawasan ketat.Kepala Desa Sabang Subik mengonfirmasi dugaan tersebut, meski pihaknya masih berkoordinasi untuk memverifikasi pemicu pasti terjadinya peristiwa kebakaran ini.“Kebakaran ini diduga berasal dari aktivitas pembakaran yang dilakukan warga. Namun, untuk penyebab pastinya masih perlu ditelusuri lebih lanjut,” ujar Kepala Desa Sabang Subik.Insiden ini menjadi peringatan keras bagi seluruh lapisan masyarakat Desa Sabang Subik akan tingginya risiko kebakaran di musim kering. Pemerintah desa dan tokoh masyarakat terus mengingatkan warga agar lebih bijak serta meningkatkan kewaspadaan ekstra, khususnya untuk tidak membuang puntung rokok sembarangan maupun melakukan pembakaran sampah dan lahan tanpa pengawasan di wilayah yang bervegetasi rawan terbakar.Laporan: Salman UndingMahasiswa KKN ITBM Polman

Mahasiswa KKN ITBM Polman Kenali Lingkungan dan Potensi Kelurahan Pappang
17 Sep 2026 • 4 views

Mahasiswa KKN ITBM Polman Kenali Lingkungan dan Potensi Kelurahan Pappang

PAPPANG, 17 September 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah (ITBM) Polewali Mandar melaksanakan observasi dan pengenalan lingkungan di Kelurahan Pappang, Kamis (17/9/2026). Kegiatan ini dipusatkan di sekitar Koperasi Merah Putih Kelurahan Pappang sebagai langkah awal untuk mengenali kondisi wilayah dan potensi yang dapat dikembangkan selama pelaksanaan KKN.Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa melakukan pengamatan langsung terhadap kondisi lingkungan di sekitar lokasi koperasi. Observasi ini bertujuan memperoleh gambaran awal mengenai aktivitas masyarakat, kondisi sosial, serta potensi wilayah yang dapat menjadi pertimbangan dalam penyusunan program kerja.Mahasiswa juga berinteraksi dengan masyarakat dan pihak terkait di lingkungan Kelurahan Pappang. Komunikasi tersebut menjadi kesempatan untuk membangun hubungan baik sekaligus mengenal kehidupan masyarakat secara lebih dekat.Pengenalan lingkungan merupakan bagian penting dalam tahap awal pelaksanaan KKN. Melalui pengamatan langsung, mahasiswa dapat memahami kondisi di lapangan sebelum menentukan kegiatan yang sesuai dengan potensi dan kebutuhan masyarakat.Lokasi Koperasi Merah Putih menjadi salah satu titik pengamatan untuk mengenali lingkungan dan aktivitas ekonomi di wilayah kelurahan. Informasi yang diperoleh dari kegiatan ini dapat menjadi bahan awal bagi mahasiswa untuk melakukan penelusuran lebih lanjut melalui komunikasi dengan pihak terkait.Melalui observasi tersebut, mahasiswa KKN ITBM Polman diharapkan dapat menyusun program kerja yang relevan dengan kondisi Kelurahan Pappang. Koordinasi dengan pemerintah kelurahan dan masyarakat juga diharapkan terus dilakukan agar pelaksanaan program KKN berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi lingkungan setempat.

Hari Kedua KKN, Mahasiswa ITBM Polman Petakan Potensi Desa dan UMKM Kenje
17 Sep 2026 • 6 views

Hari Kedua KKN, Mahasiswa ITBM Polman Petakan Potensi Desa dan UMKM Kenje

Kenje, 17 September 2026 — Memasuki hari kedua pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN), mahasiswa Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Polewali Mandar (ITBM Polman) mulai memperkuat pemetaan wilayah dan pendekatan kepada masyarakat Desa Kenje, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar.Kegiatan pada Kamis (17/9/2026) difokuskan pada observasi wilayah, silaturahmi dengan perangkat kewilayahan, serta peninjauan sejumlah potensi ekonomi masyarakat, termasuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang berada di Desa Kenje.Rangkaian kegiatan diawali dengan penelusuran wilayah permukiman. Bersama warga setempat, mahasiswa menyusuri sejumlah ruas jalan desa untuk mengenali kondisi lingkungan, tata letak wilayah, serta aktivitas masyarakat yang berlangsung sehari-hari.Observasi tersebut menjadi langkah awal mahasiswa untuk memperoleh gambaran mengenai kondisi sosial dan lingkungan Desa Kenje. Informasi yang diperoleh di lapangan selanjutnya dapat digunakan sebagai bahan dalam menentukan program kerja yang sesuai dengan kondisi masyarakat.Mahasiswa kemudian melakukan kunjungan dan silaturahmi ke kediaman Kepala Dusun. Pertemuan tersebut menjadi ruang diskusi antara mahasiswa dan perangkat kewilayahan untuk memperoleh informasi mengenai kondisi masyarakat, potensi desa, serta kebutuhan yang menjadi perhatian warga.Dalam diskusi tersebut, mahasiswa juga melakukan penyelarasan awal terhadap rencana program kerja KKN agar pelaksanaannya dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat di wilayah dusun.Selain melakukan pemetaan wilayah, mahasiswa KKN ITBM Polman juga mengunjungi salah satu UMKM yang bergerak di bidang pengolahan kuliner tradisional. Kunjungan dilakukan untuk melihat secara langsung aktivitas produksi yang dilakukan oleh pelaku usaha.Di lokasi UMKM, mahasiswa mengamati proses produksi yang masih menggunakan teknik tradisional sekaligus berdiskusi mengenai aktivitas usaha dan tantangan yang dihadapi, termasuk aspek produksi dan pemasaran.Observasi UMKM menjadi salah satu bagian penting dalam proses pemetaan potensi ekonomi masyarakat. Informasi yang diperoleh mahasiswa dapat menjadi bahan untuk melihat peluang pendampingan, khususnya yang berkaitan dengan pengembangan usaha dan pemanfaatan teknologi.Kegiatan pada hari kedua tersebut tidak hanya menjadi proses pengumpulan informasi, tetapi juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk membangun komunikasi dengan masyarakat dan memahami kondisi Desa Kenje secara lebih dekat.Melalui observasi wilayah, silaturahmi dengan perangkat dusun, dan kunjungan ke UMKM, mahasiswa KKN ITBM Polman berupaya menyusun program kerja yang relevan dengan potensi serta kebutuhan masyarakat.Hasil pemetaan dan komunikasi yang dilakukan pada tahap awal ini diharapkan menjadi dasar bagi pelaksanaan program KKN selanjutnya, sehingga kegiatan yang dijalankan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Kenje.

11 Mahasiswa KKN ITBM Polman Koordinasi dengan Pemerintah Desa Lampoko
17 Sep 2026 • 4 views

11 Mahasiswa KKN ITBM Polman Koordinasi dengan Pemerintah Desa Lampoko

Lampoko, 17 September 2026 — Sebanyak 11 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Polewali Mandar (ITBM Polman) melakukan kunjungan ke Kantor Desa Lampoko, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar, Kamis (17/9/2026).Kunjungan tersebut menjadi bagian dari koordinasi awal mahasiswa sebelum melaksanakan berbagai program kerja selama berada di Desa Lampoko. Selain memperkenalkan diri, mahasiswa juga menyampaikan maksud dan tujuan pelaksanaan KKN serta rencana membangun komunikasi dengan pemerintah desa dan masyarakat.Dalam pertemuan tersebut, mahasiswa KKN berdiskusi dengan aparat Pemerintah Desa Lampoko mengenai kondisi lingkungan dan masyarakat setempat. Informasi awal dari pemerintah desa menjadi bahan bagi mahasiswa untuk memahami potensi serta kebutuhan masyarakat sebelum melaksanakan program kerja.Salah satu aparat Pemerintah Desa Lampoko menyampaikan pentingnya komunikasi dan kerja sama antara mahasiswa KKN dengan masyarakat selama pelaksanaan pengabdian.“Mahasiswa KKN harus senantiasa bermitra dan bersinergi dengan masyarakat. Dalam menjalankan program, mahasiswa diharapkan dapat berkomunikasi dan bekerja sama dengan masyarakat agar kegiatan yang dilakukan dapat memberikan manfaat,” ujarnya.Ia juga mengingatkan mahasiswa untuk dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan serta menjaga komunikasi dengan pemerintah desa selama menjalankan kegiatan KKN.“Kami berharap mahasiswa dapat berbaur dengan masyarakat, menjaga komunikasi dengan pemerintah desa, dan bersama-sama menciptakan kegiatan yang bermanfaat selama pelaksanaan KKN,” katanya.Bagi mahasiswa, kunjungan tersebut menjadi kesempatan untuk memperoleh gambaran awal mengenai kondisi Desa Lampoko. Koordinasi dengan pemerintah desa diharapkan dapat membantu mahasiswa dalam menyusun dan melaksanakan program yang sesuai dengan kondisi serta kebutuhan masyarakat.Selain menjalankan program kerja, mahasiswa KKN juga diharapkan dapat membangun interaksi dengan masyarakat dan memperoleh pengalaman melalui keterlibatan langsung dalam berbagai aktivitas di lingkungan desa.Kegiatan KKN menjadi bagian dari pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat sekaligus sarana bagi mahasiswa untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama perkuliahan. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa tidak hanya menjalankan program yang telah direncanakan, tetapi juga dituntut untuk memahami kondisi, potensi, dan kebutuhan masyarakat di lokasi pengabdian.Koordinasi awal ini menjadi langkah penting dalam membangun kemitraan antara mahasiswa KKN ITBM Polman, Pemerintah Desa Lampoko, dan masyarakat. Sinergi tersebut diharapkan dapat mendukung kelancaran pelaksanaan program KKN serta menghadirkan kegiatan yang relevan dan bermanfaat bagi masyarakat Desa Lampoko.