Informasi & Publikasi

Berita & Pengumuman KKN

Ikuti perkembangan terbaru, dokumentasi kegiatan posko, serta pengumuman resmi seputar pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata ITBM Polman.

Semua Berita Terbaru

Perkuat ekonomi desa Mahasiswa KKN ITBM Polman Dukung Pengelolaan Peternakan BUMDes Tammangalle
12 Oct 2026 • 6 views

Perkuat ekonomi desa Mahasiswa KKN ITBM Polman Dukung Pengelolaan Peternakan BUMDes Tammangalle

Perkuat ekonomi desa: Mahasiswa KKN ITBM Polman Dukung Pengelolaan Peternakan BUMDes TammangalleTAMMANGALLE, 26 September 2026 — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah (ITBM) Polman bersama pengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan pemuda Karang Taruna melaksanakan kunjungan ke kandang kambing di Dusun Tammangalle, Sabtu (26/9/2026) pukul 17.23 WITA. Kegiatan ini diisi dengan pembersihan kandang dan penyiraman bahan pakan ternak sebagai bentuk kepedulian terhadap pengelolaan peternakan desa.Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN bersama pengelola BUMDes dan pemuda Karang Taruna bergotong royong membersihkan kandang serta menyiram bahan pakan ternak. Kegiatan ini dilakukan untuk membantu pengelola dalam menjaga kebersihan kandang dan mendukung pemeliharaan ternak.Selain melakukan kegiatan fisik, kunjungan tersebut juga menjadi bagian dari observasi mahasiswa KKN ITBM Polman untuk mengenali kondisi dan potensi yang dimiliki Desa Tammangalle. Salah satu potensi yang diamati adalah sektor peternakan yang dikelola melalui BUMDes sebagai bagian dari upaya pengembangan ekonomi masyarakat desa.Keterlibatan pemuda Karang Taruna dalam kegiatan ini turut memperkuat semangat gotong royong antara mahasiswa dan masyarakat. Kerja sama yang terjalin membuat seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar.Bagi mahasiswa KKN, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung pengelolaan usaha desa sekaligus memahami kebutuhan masyarakat. Hasil pengamatan tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menyusun program kerja yang sesuai dengan potensi lokal dan kebutuhan desa.Pengelolaan kandang yang bersih serta perawatan pakan ternak yang baik merupakan bagian penting dalam mendukung pemeliharaan kambing. Oleh karena itu, kerja sama antara pengelola BUMDes, masyarakat, dan mahasiswa diharapkan dapat terus terjalin untuk mendukung pengembangan usaha peternakan.Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN ITBM Polman berupaya berkontribusi dalam mendukung kegiatan masyarakat sekaligus menggali potensi ekonomi Desa Tammangalle. Ke depan, hasil observasi tersebut diharapkan dapat menjadi dasar bagi pengembangan program kerja yang bermanfaat dan berkelanjutan bagi masyarakat setempat.

Dari Rappogading Utara, Pipang Rengginang Lampoko Siap Dikenal Lebih Luas Lewat Katalog Digital
12 Oct 2026 • 6 views

Dari Rappogading Utara, Pipang Rengginang Lampoko Siap Dikenal Lebih Luas Lewat Katalog Digital

Lampoko, 12 Oktober 2026 – Potensi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Desa Lampoko, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar, terus memiliki peluang untuk diperkenalkan kepada masyarakat yang lebih luas melalui pemanfaatan teknologi digital. Salah satunya adalah usaha Pipang Rengginang milik Ibu Nurmi, yang dikenal dengan sapaan Mama Ferdi, di Dusun Rappogading Utara.Produk camilan tradisional ini tercantum dalam katalog digital Desa Lampoko sebagai bagian dari upaya pendataan dan pengenalan usaha lokal. Berdasarkan informasi pada katalog, Pipang Rengginang merupakan usaha camilan berbahan dasar beras yang menawarkan cita rasa gurih dan manis karamel.Produk tersebut dapat menjadi pilihan camilan untuk konsumsi sehari-hari maupun pelengkap sajian pada acara keluarga dan berbagai kegiatan masyarakat.Dalam katalog digital, Pipang Rengginang tercatat dengan harga Rp7.000. Informasi tersebut juga dilengkapi dengan nama pemilik usaha, lokasi, petunjuk alamat, serta kontak WhatsApp yang dapat membantu calon pelanggan memperoleh informasi lebih lanjut.Pencantuman usaha dalam katalog digital menjadi salah satu langkah untuk memudahkan masyarakat mengenali produk lokal sekaligus menemukan lokasi penjualnya. Dengan adanya informasi yang tersusun secara digital, calon pelanggan tidak hanya dapat mengetahui produk yang ditawarkan, tetapi juga memperoleh petunjuk untuk menjangkau tempat usaha.Selain membantu memperkenalkan produk, pendataan UMKM juga dapat menjadi dasar untuk mengenali potensi ekonomi yang dimiliki setiap dusun di Desa Lampoko. Informasi tersebut berpeluang dimanfaatkan dalam pengembangan promosi, penyusunan strategi pemasaran, dan perluasan jangkauan konsumen.Di tengah perkembangan teknologi, pelaku UMKM memiliki kesempatan untuk memanfaatkan media digital sebagai sarana promosi tambahan. Produk yang sebelumnya lebih dikenal di lingkungan sekitar dapat diperkenalkan kepada calon pelanggan dari wilayah lain melalui informasi usaha yang mudah diakses.Meski demikian, pengembangan pemasaran digital perlu didukung dengan informasi produk yang akurat, foto yang menarik, harga yang jelas, serta pembaruan data secara berkala. Dengan demikian, katalog digital dapat memberikan informasi yang bermanfaat bagi pelaku usaha maupun calon pelanggan.Melalui program digitalisasi desa, mahasiswa KKN Tematik Angkatan IV Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Polewali Mandar turut mendorong pengenalan potensi UMKM Desa Lampoko melalui pendataan dan pemetaan usaha.Keberadaan Pipang Rengginang dalam katalog digital menjadi salah satu contoh bagaimana produk lokal dapat diperkenalkan melalui pemanfaatan teknologi. Langkah ini diharapkan dapat membantu masyarakat mengenali ragam usaha yang ada di Desa Lampoko sekaligus membuka peluang promosi yang lebih luas bagi pelaku UMKM.Dengan pendataan yang baik dan pemanfaatan media digital secara berkelanjutan, produk tradisional seperti Pipang Rengginang berpeluang semakin dikenal dan memiliki kesempatan untuk menjangkau konsumen baru.

Lestarikan Budaya Bahari Mandar, Pemdes Bersama KKN ITBM Polman Gelar Lomba Miniatur *Lopi Sandeq* di Ajang "Senja Sabang Subik
11 Oct 2026 • 11 views

Lestarikan Budaya Bahari Mandar, Pemdes Bersama KKN ITBM Polman Gelar Lomba Miniatur *Lopi Sandeq* di Ajang "Senja Sabang Subik

SABANG SUBIK— Pemerintah Desa Sabang Subik berkolaborasi dengan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Polewali Mandar (ITBM Polman) sukses menyelenggarakan festival budaya bertajuk "Senja Sabang Subik" yang dimeriahkan dengan lomba miniatur lopi sandeq di Desa Sabang Subik, Kecamatan Balanipa, Kabupaten Polewali Mandar, Sabtu (10/10/2026) pukul 09.00 WITA.Penyelenggaraan acara yang memadukan unsur kearifan lokal dan kreativitas pemuda ini disambut dengan antusiasme yang luar biasa oleh warga setempat. Sejak pagi hari, kawasan pesisir dan lokasi acara dipadati oleh masyarakat dari berbagai kalangan usia—mulai dari anak-anak, pemuda, hingga para tokoh masyarakat—yang ingin menyaksikan secara langsung kemeriahan pameran serta perlombaan perahu tradisional berukuran mini tersebut.Sebagai simbol kejayaan maritim suku Mandar, lopi sandeq atau perahu layar tradisional memiliki nilai filosofis yang sangat tinggi dalam sejarah pelayaran Nusantara. Melalui ajang "Senja Sabang Subik", warisan budaya leluhur ini dihadirkan kembali ke tengah-tengah masyarakat sebagai bentuk edukasi visual sekaligus wadah penyaluran kreativitas bagi para perajin dan pecinta seni perahu tradisional di tingkat desa.Kepala Desa Sabang Subik, Bapak Haidir, S.IP., M.M., dalam sambutannya di hadapan para peserta dan warga yang hadir, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas terselenggaranya kolaborasi positif antara pemerintah desa dan civitas akademika KKN ITBM Polman. Beliau menekankan bahwa esensi utama dari kegiatan ini bukan sekadar mencari pemenang dalam perlombaan, melainkan bagaimana memperkuat simpul-simpul persaudaraan di tengah masyarakat."Kegiatan ini merupakan wadah bagi masyarakat untuk bersilaturahmi dan sebagai tempat untuk mempererat tali persaudaraan," ujar Kepala Desa Sabang Subik, Haidir, S.IP., M.M.Berdasarkan data kepesertaan di lapangan, ajang "Senja Sabang Subik" ini berhasil menarik minat total sebanyak 30 orang peserta aktif. Yang memukau, dari tangan kreatif para peserta tersebut, terkumpul hingga keseluruhan 180 unit perahu miniatur lopi sandeq dengan berbagai detail estetika dan ukuran yang sangat mengagumkan. Deretan miniatur perahu yang dipamerkan di sepanjang lokasi kegiatan berhasil mencuri perhatian pengunjung, sekaligus menunjukkan bahwa kecintaan terhadap warisan bahari Mandar masih tertanam kuat di hati masyarakat setempat.Melalui suksesnya penyelenggaraan program kolaboratif ini, kehadiran mahasiswa KKN ITBM Polman di Desa Sabang Subik kembali memberikan dampak nyata yang positif. Festival "Senja Sabang Subik" tidak hanya sukses menghadirkan ruang hiburan rakyat yang sarat edukasi budaya, tetapi juga mempererat jalinan kebersamaan antara pemerintah desa, akademisi, dan seluruh warga dalam merawat identitas kearifan lokal secara berkelanjutan.Laporan: Dira Amelia putri Mahasiswa KKN ITBM Polman

Tak Lagi Sulit Dicari, Pemetaan Digital Bantu Pelanggan Temukan UMKM di Desa Lampoko
11 Oct 2026 • 5 views

Tak Lagi Sulit Dicari, Pemetaan Digital Bantu Pelanggan Temukan UMKM di Desa Lampoko

Lampoko,11oktober 2026– Upaya digitalisasi Desa Lampoko, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar, mulai menghadirkan kemudahan dalam mengenalkan usaha masyarakat. Melalui katalog digital yang dilengkapi informasi lokasi, masyarakat kini dapat mengetahui keberadaan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di desa tersebut dengan lebih mudah.Salah satu usaha yang telah tercantum dalam katalog digital Desa Lampoko adalah Warung Makan Wiyah milik Ibu Nurhayati yang berlokasi di Dusun Rappogading Selatan. Informasi yang ditampilkan meliputi deskripsi usaha, alamat, petunjuk lokasi, jam operasional, serta daftar produk dan harga.Berdasarkan katalog tersebut, Warung Makan Wiyah menyediakan berbagai pilihan makanan harian, termasuk nasi goreng dengan harga Rp15.000 per porsi. Lokasinya juga dilengkapi petunjuk arah untuk membantu calon pelanggan menemukan tempat usaha.Kehadiran pemetaan digital menjadi salah satu langkah untuk memperkenalkan usaha masyarakat kepada calon pelanggan, baik yang berasal dari Desa Lampoko maupun dari luar wilayah desa. Informasi lokasi yang mudah diakses dapat membantu pelanggan mengetahui letak usaha tanpa harus bertanya langsung kepada warga sekitar.Manfaat tersebut turut dirasakan oleh Ibu Nurhayati. Ia menyambut baik adanya pemetaan lokasi usaha karena dinilai dapat mempermudah pelanggan menemukan warungnya.“Bagus sekali itu, Nak. Lebih gampang didapat kalau sudah ada petanya,” ujar Ibu Nurhayati, pemilik Warung Makan Wiyah.Tanggapan tersebut menunjukkan bahwa pemetaan digital memiliki manfaat praktis bagi pelaku usaha. Selain memberikan informasi mengenai produk yang ditawarkan, pencantuman lokasi juga membantu calon pelanggan mengetahui tempat usaha secara lebih jelas.Program digitalisasi ini menjadi bagian dari upaya mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Angkatan IV Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Polewali Mandar dalam mendukung pengenalan potensi ekonomi Desa Lampoko. Pendataan dan pemetaan UMKM diharapkan dapat membantu masyarakat menemukan informasi usaha lokal melalui media digital.Ke depan, pembaruan informasi usaha dan pemeliharaan katalog digital menjadi hal penting agar data yang tersedia tetap sesuai dengan kondisi sebenarnya. Dengan demikian, digitalisasi tidak hanya menjadi sarana publikasi, tetapi juga dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan untuk mendukung perkembangan UMKM desa.Melalui langkah sederhana ini, usaha lokal Desa Lampoko memiliki kesempatan untuk semakin dikenal. Sebab, ketika lokasi usaha lebih mudah ditemukan, jalan bagi calon pelanggan untuk mengenal produk masyarakat pun menjadi lebih terbuka.

Mahasiswa KKN ITBM Polman Edukasi Siswa Kelas 6 di SDN 067 Lambe dan SDN 012 Karama
11 Oct 2026 • 8 views

Mahasiswa KKN ITBM Polman Edukasi Siswa Kelas 6 di SDN 067 Lambe dan SDN 012 Karama

Karama, Tinambung, 29 September 2026 – Mahasiswa KKN Tematik Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah (ITBM) Polman Posko Desa Karama memberikan edukasi literasi digital kepada siswa kelas 6 SD Negeri 067 Lambe dan SD Negeri 012 Karama. Mengangkat materi “Aku Cerdas di Dunia Digital: Belajar, Bermain, dan Aman di Internet”, kegiatan ini mengajak siswa memahami manfaat internet sekaligus mengenali risiko dan cara menggunakannya secara aman, bijak, dan bertanggung jawab. Di SD Negeri 067 Lambe, kegiatan edukasi dilaksanakan oleh Muhammad Basit Muhlis, Lismayanti, Adnan Didi Alfian, Aan Al Alamsyah, dan Rina. Sementara itu, edukasi di SD Negeri 012 Karama dilaksanakan oleh Novita Sari Ridwan, Hasanuddin, Halima, dan Wina Amelia. Penyampaian materi dilakukan secara interaktif melalui penjelasan, tanya jawab, contoh kasus, permainan, dan yel-yel. Mahasiswa KKN menggunakan contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa, seperti menonton YouTube, bermain gim, mencari informasi melalui Google, serta memanfaatkan internet untuk membantu menyelesaikan tugas sekolah. Pendekatan tersebut dilakukan agar siswa lebih mudah memahami manfaat internet dan pentingnya menggunakannya secara bertanggung jawab. Saat sesi tanya jawab di SD Negeri 012 Karama, Novita Sari Ridwan mengajukan pertanyaan mengenai aktivitas yang paling sering dilakukan siswa ketika menggunakan internet. Al Ghazali, siswa kelas 6 sekolah tersebut, menceritakan kebiasaannya menggunakan internet untuk berbagai keperluan.“Saya sering main menggunakan internet, nonton YouTube, main game, dan mencari informasi di Google,” ujar Al Ghazali. Jawaban tersebut menjadi pengantar bagi mahasiswa KKN untuk menjelaskan bahwa internet tidak hanya dapat digunakan sebagai sarana hiburan, tetapi juga sebagai sumber belajar dan informasi. Siswa diajak memanfaatkan teknologi untuk mencari pengetahuan baru, dengan tetap memperhatikan kebenaran informasi yang ditemukan. Mahasiswa KKN kemudian memperkenalkan prinsip “STOP–CEK–BARU SEBAR”, yaitu berhenti sejenak, memeriksa kebenaran informasi, dan memastikan sumbernya sebelum membagikannya kepada orang lain. Prinsip ini diharapkan membantu siswa lebih berhati-hati ketika menerima pesan atau informasi yang belum jelas kebenarannya.Sementara itu, dalam sesi tanya jawab di SD Negeri 067 Lambe, Muhammad Basit Muhlis mengajukan pertanyaan mengenai tindakan yang harus dilakukan ketika seseorang meminta informasi pribadi atau mengirimkan tautan yang mencurigakan.

Nobar Ghost in the Cell di Posko KKN Lampoko, Pemuda Soroti Ketimpangan dan Kritik terhadap Korupsi
10 Oct 2026 • 12 views

Nobar Ghost in the Cell di Posko KKN Lampoko, Pemuda Soroti Ketimpangan dan Kritik terhadap Korupsi

Lampoko, 10 Oktober 2026 – Suasana kebersamaan mewarnai kegiatan nonton bareng (nobar) film Ghost in the Cell bersama para pemuda di Posko Kuliah Kerja Nyata (KKN) Desa Lampoko, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar, pada Sabtu (10/10/2026). Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga ruang diskusi bagi para pemuda untuk membahas isu politik, ketimpangan sosial, serta kritik terhadap praktik korupsi di Indonesia.Film Ghost in the Cell karya sutradara Joko Anwar mengangkat kehidupan para narapidana di sebuah lembaga pemasyarakatan yang diwarnai penindasan, ketidakadilan, dan konflik antarpenghuni. Ceritanya juga menghadirkan kritik sosial melalui gambaran perbedaan perlakuan terhadap narapidana, termasuk adanya fasilitas istimewa bagi pihak tertentu.Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam diskusi setelah pemutaran film adalah gambaran fasilitas sel yang nyaman bagi narapidana tertentu, sementara narapidana lainnya harus menjalani kehidupan dalam kondisi yang jauh berbeda. Gambaran tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kesetaraan di hadapan hukum dan kemungkinan penyalahgunaan kekuasaan.Salah seorang pemuda yang mengikuti kegiatan nobar menyampaikan bahwa film tersebut mengingatkan masyarakat untuk lebih kritis terhadap persoalan korupsi dan ketidakadilan dalam sistem hukum.“Menurut saya, yang menjadi persoalan bukan hanya ketika seseorang melakukan korupsi, tetapi juga ketika kekuasaan dan uang seolah-olah bisa memberikan keistimewaan kepada orang yang seharusnya mempertanggungjawabkan perbuatannya. Ketika seseorang yang merugikan negara justru mendapatkan fasilitas nyaman, sedangkan masyarakat biasa harus menghadapi berbagai kesulitan, di situlah kita perlu mempertanyakan keadilan,” ujarnya.Ia juga menilai bahwa pemberantasan korupsi tidak cukup hanya dengan memberikan hukuman kepada pelaku, tetapi perlu disertai pengawasan yang kuat dan penegakan hukum yang tidak membeda-bedakan status sosial maupun jabatan.“Jangan sampai kenyamanan di balik jeruji besi justru menjadi simbol bahwa orang yang memiliki uang dan kekuasaan bisa mendapatkan perlakuan berbeda. Hukum seharusnya berlaku sama bagi semua orang, bukan menjadi sesuatu yang bisa dinegosiasikan oleh mereka yang memiliki kepentingan,” tambahnya.Selain menyoroti isu politik dan korupsi, kegiatan nobar tersebut juga memberikan pelajaran mengenai kehidupan di dalam sel. Kehidupan di penjara digambarkan bukan hanya sebagai kehilangan kebebasan secara fisik, melainkan juga sebagai situasi yang menguji mental, hubungan antarmanusia, dan kemampuan seseorang untuk bertahan di tengah tekanan.Dari cerita yang disajikan, para peserta dapat mengambil pelajaran tentang pentingnya solidaritas, keberanian menghadapi ketidakadilan, serta kesadaran bahwa tindakan setiap individu dapat membawa dampak bagi orang lain. Perbedaan latar belakang dan kepentingan tidak seharusnya menjadi alasan untuk terus bermusuhan, terutama ketika menghadapi persoalan yang lebih besar.Salah satu pesan yang dapat direnungkan dari film tersebut adalah bahwa “Kebebasan bukan hanya tentang hidup tanpa jeruji, tetapi juga tentang keberanian menjaga hati nurani, menolak ketidakadilan, dan tidak membiarkan kekuasaan mengalahkan kebenaran.”Melalui kegiatan ini, para pemuda diharapkan dapat menjadikan film bukan sekadar tontonan, melainkan sarana untuk membangun kesadaran sosial dan memperluas cara pandang terhadap persoalan yang terjadi di masyarakat. Diskusi setelah menonton juga menjadi kesempatan untuk menyampaikan pendapat, bertukar pikiran, dan belajar melihat suatu persoalan dari berbagai sudut pandang.Kegiatan nobar di Posko KKN Desa Lampoko tersebut menjadi salah satu bentuk kebersamaan pemuda yang dapat mendorong tumbuhnya budaya diskusi kritis. Harapannya, para pemuda tidak hanya peka terhadap persoalan korupsi dan ketidakadilan, tetapi juga mampu menerapkan nilai kejujuran, tanggung jawab, solidaritas, dan keberanian dalam kehidupan sehari-hari.

Mahasiswa KKN ITBM Polman Turut Andil dalam Menyukseskan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Dusun 2 Desa Lekopadis
10 Oct 2026 • 18 views

Mahasiswa KKN ITBM Polman Turut Andil dalam Menyukseskan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Dusun 2 Desa Lekopadis

LEKOPADIS – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah (ITBM) Polewali Mandar turut berpartisipasi dalam membantu masyarakat Dusun 2 Desa Lekopadis, Kabupaten Polewali Mandar, dalam menyukseskan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan di Masjid Raudhatul Muttaqin pada Sabtu, 10 Oktober 2026.Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata keterlibatan mahasiswa KKN dalam kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat. Kehadiran mahasiswa tidak hanya bertujuan menjalankan program pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga mempererat hubungan silaturahmi serta membangun semangat gotong royong bersama warga setempat.Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN Desa Lekopadis turut membantu masyarakat dalam mempersiapkan dan mendukung kelancaran kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Partisipasi tersebut merupakan wujud kepedulian mahasiswa terhadap kegiatan keagamaan sekaligus upaya memperkuat kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat di lokasi pengabdian.Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sendiri merupakan momentum penting bagi umat Islam untuk mengenang kelahiran Rasulullah SAW sekaligus meneladani akhlak, perjuangan, dan ajaran beliau dalam kehidupan sehari-hari. Melalui kegiatan ini, diharapkan nilai-nilai keislaman, kebersamaan, dan persaudaraan semakin tumbuh di tengah masyarakat.Keterlibatan mahasiswa KKN ITBM Polman juga mencerminkan bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui program kerja yang bersifat akademik, tetapi juga melalui partisipasi aktif dalam kegiatan sosial dan keagamaan. Sinergi antara mahasiswa dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menciptakan hubungan yang harmonis serta mendukung keberhasilan berbagai kegiatan di desa.Melalui partisipasi dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini, mahasiswa KKN Desa Lekopadis berharap dapat terus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, memperkuat nilai gotong royong, serta menjadikan kegiatan pengabdian sebagai ruang untuk belajar, berbagi, dan bertumbuh bersama masyarakat.

WUJUD KEPEDULIAN TERHADAP KEGIATAN KEAGAMAAN, MAHASISWA KKN ITBM SALURKAN AL-QUR’AN KE MASJID UJUNG TIMUR
10 Oct 2026 • 135 views

WUJUD KEPEDULIAN TERHADAP KEGIATAN KEAGAMAAN, MAHASISWA KKN ITBM SALURKAN AL-QUR’AN KE MASJID UJUNG TIMUR

Pappang, 9 Oktober 2026 — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) ITBM POLMAN yang bertugas di Kelurahan Pappang melaksanakan kegiatan penyaluran Al-Qur’an ke salah satu masjid yang berada di Lingkungan Ujung Timur pada Jumat, 9 Oktober 2026. Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap kegiatan keagamaan masyarakat sekaligus upaya mendukung aktivitas ibadah di lingkungan setempat.Penyaluran Al-Qur’an ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN dalam mendukung kebutuhan sarana keagamaan masyarakat. Masjid memiliki peran penting dalam kehidupan warga, bukan hanya sebagai tempat melaksanakan ibadah salat, tetapi juga sebagai tempat membaca dan mempelajari Al-Qur’an serta mempererat hubungan silaturahmi antarwarga.Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN mengunjungi masjid di Lingkungan Ujung Timur untuk menyerahkan Al-Qur’an agar dapat dimanfaatkan oleh pengurus masjid dan masyarakat. Bantuan tersebut diharapkan dapat menambah ketersediaan Al-Qur’an yang bisa digunakan oleh jamaah dalam menjalankan kegiatan keagamaan sehari-hari.Kegiatan ini juga menjadi wujud nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat. Selama menjalankan program KKN di Kelurahan Pappang, mahasiswa berupaya untuk tidak hanya melaksanakan program kerja yang berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat, tetapi juga berpartisipasi dalam kegiatan sosial dan keagamaan yang dapat memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.Penyaluran Al-Qur’an tersebut turut menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk menjalin komunikasi dan mempererat hubungan dengan pengurus masjid serta masyarakat setempat. Interaksi seperti ini penting untuk membangun hubungan yang baik antara mahasiswa KKN dan warga, sehingga kehadiran mahasiswa dapat diterima dan memberikan kontribusi positif selama masa pengabdian.Selain sebagai bentuk bantuan, kegiatan ini mengandung nilai kepedulian, kebersamaan, dan semangat berbagi. Mahasiswa KKN berupaya menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat dapat diwujudkan melalui berbagai kegiatan sederhana yang sesuai dengan kebutuhan lingkungan. Dukungan terhadap sarana ibadah menjadi salah satu langkah untuk membantu masyarakat dalam menjalankan aktivitas keagamaan.Keberadaan Al-Qur’an di masjid diharapkan dapat dimanfaatkan oleh jamaah, baik untuk membaca secara mandiri maupun untuk mendukung kegiatan membaca Al-Qur’an bersama. Dengan demikian, bantuan yang diberikan tidak hanya menjadi penambahan sarana ibadah, tetapi juga diharapkan mampu mendorong semangat masyarakat untuk terus mendekatkan diri kepada Al-Qur’an.Kegiatan ini sekaligus mencerminkan bahwa pelaksanaan KKN tidak hanya berorientasi pada penyelesaian program kerja, tetapi juga pada upaya membangun kepedulian sosial dan memperkuat hubungan dengan masyarakat. Melalui kegiatan keagamaan, mahasiswa dapat belajar memahami kebutuhan lingkungan serta mengembangkan sikap tanggung jawab, kerja sama, dan kepedulian terhadap sesama.Melalui penyaluran Al-Qur’an ke masjid di Lingkungan Ujung Timur, mahasiswa KKN ITBM POLMAN berharap bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan dengan baik dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat. Kegiatan ini diharapkan menjadi bagian dari upaya mempererat silaturahmi sekaligus mendukung kehidupan keagamaan yang lebih baik di Kelurahan Pappang.Dengan adanya kegiatan tersebut, mahasiswa KKN ITBM POLMAN berupaya meninggalkan kontribusi positif selama menjalankan pengabdian. Semangat berbagi dan kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat diharapkan dapat terus tumbuh, sehingga hubungan antara mahasiswa dan warga tetap terjalin dengan baik serta memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.

Berawal dari Inspirasi Mertua, Pasangan Suami Istri Kembangkan Usaha Telur di Desa Lampoko
09 Oct 2026 • 16 views

Berawal dari Inspirasi Mertua, Pasangan Suami Istri Kembangkan Usaha Telur di Desa Lampoko

Lampoko,9,Oktober,2026 – Berawal dari melihat pengalaman keluarga, pasangan suami istri di Desa Lampoko, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar, merintis usaha telur sebagai salah satu upaya mengembangkan peluang ekonomi keluarga. Inspirasi tersebut datang dari mertua pemilik usaha yang lebih dahulu memelihara ayam.Kisah ini terungkap dalam kunjungan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Angkatan IV Tahun 2026 ke salah satu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Lampoko. Kunjungan tersebut dilakukan untuk mengenal lebih dekat aktivitas usaha masyarakat sekaligus menggali potensi ekonomi lokal yang dapat dikembangkan.Dalam kesempatan tersebut, pemilik usaha menceritakan bahwa keputusannya membuka usaha telur bersama suami berawal dari pengalaman melihat mertuanya memelihara ayam. Pengalaman tersebut kemudian menjadi inspirasi bagi keduanya untuk mencoba menjalankan usaha di bidang telur.“Usaha ini terinspirasi dari mertua yang memelihara ayam. Dari situ, saya dan suami akhirnya berpikir untuk membuka usaha telur sendiri,” ungkap pemilik usaha saat menceritakan awal mula usahanya.Keputusan untuk merintis usaha tersebut menjadi salah satu contoh bahwa peluang usaha dapat muncul dari lingkungan keluarga dan pengalaman sehari-hari. Dengan melihat kegiatan yang telah dilakukan orang terdekat, seseorang dapat memperoleh ide untuk mencoba usaha baru dan mengembangkannya sesuai dengan peluang yang tersedia.Kunjungan mahasiswa KKN ini juga menjadi kesempatan untuk mengetahui latar belakang berdirinya usaha serta mengenal aktivitas ekonomi masyarakat di Desa Lampoko. Informasi yang diperoleh dapat menjadi bahan untuk mengidentifikasi potensi UMKM yang berpeluang dikembangkan, khususnya melalui pemanfaatan teknologi digital.Sejalan dengan tema KKN, yaitu “Desa Terkoneksi, UMKM Berinovasi”, pengenalan terhadap usaha masyarakat menjadi langkah awal dalam mendukung pengembangan UMKM berbasis digital. Pemanfaatan media sosial, promosi daring, serta penyebaran informasi mengenai produk lokal dapat menjadi alternatif untuk membantu pelaku usaha memperkenalkan produknya kepada masyarakat yang lebih luas.Keberadaan usaha telur ini menjadi salah satu gambaran potensi ekonomi yang tumbuh dari inisiatif masyarakat Desa Lampoko. Kisah pasangan suami istri tersebut memperlihatkan bahwa inspirasi sederhana dari keluarga dapat menjadi langkah awal dalam membangun usaha dan membuka peluang ekonomi.Melalui kegiatan kunjungan UMKM, mahasiswa KKN berharap potensi usaha masyarakat dapat semakin dikenal dan menjadi bagian dari upaya mendorong pengembangan ekonomi desa secara berkelanjutan.

Pererat Silaturahmi, KKN ITBM Polman Gelar Yasinan dan Diskusi Bersama Pemerintah serta Pemuda Desa Lekopadis
08 Oct 2026 • 7 views

Pererat Silaturahmi, KKN ITBM Polman Gelar Yasinan dan Diskusi Bersama Pemerintah serta Pemuda Desa Lekopadis

LEKOPADIS, 8 Oktober 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Angkatan IV Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Polewali Mandar (ITBM Polman) Posko Sipakaraya menggelar kegiatan yasinan dan diskusi bersama pemerintah desa dan pemuda Desa Lekopadis, Kecamatan Tinambung, pada Kamis (8/10/2026). Kegiatan tersebut dihadiri oleh Penjabat (Pj.) Kepala Desa Lekopadis, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Sekretaris Desa, serta pemuda Desa Lekopadis. Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi bentuk kebersamaan dalam mempererat hubungan silaturahmi antara mahasiswa KKN dan masyarakat setempat. Kegiatan diawali dengan yasinan bersama sebagai bentuk penguatan nilai-nilai keagamaan dan kebersamaan. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi yang menjadi wadah untuk bertukar pikiran, menyampaikan pandangan, serta membangun komunikasi antara mahasiswa KKN, pemerintah desa, dan pemuda setempat. Diskusi tersebut juga menjadi kesempatan untuk memperkuat koordinasi dan mendorong keterlibatan pemuda dalam berbagai kegiatan positif yang mendukung kemajuan desa. Melalui komunikasi yang terbuka, diharapkan terjalin hubungan yang baik antara mahasiswa KKN dan seluruh elemen masyarakat selama pelaksanaan program pengabdian. Kegiatan yasinan dan diskusi ini merupakan bagian dari pendekatan sosial mahasiswa KKN Tematik Angkatan IV ITBM Polman Posko Sipakaraya dalam membangun kedekatan dengan masyarakat Desa Lekopadis. Pengabdian kepada masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui program kerja, tetapi juga melalui upaya menjaga silaturahmi, memperkuat kebersamaan, dan membangun sinergi dengan pemerintah desa serta generasi muda. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berharap semangat kebersamaan dan komunikasi yang telah terbangun dapat terus terjaga serta memberikan dampak positif bagi kehidupan bermasyarakat di Desa Lekopadis.Keterangan foto: Mahasiswa KKN Tematik Angkatan IV ITBM Polman Posko Sipakaraya bersama Pj. Kepala Desa, BPD Desa, PPL, Sekretaris Desa, dan pemuda Desa Lekopadis dalam kegiatan yasinan dan diskusi pada 8 Oktober 2026.