Informasi & Publikasi

Berita & Pengumuman KKN

Ikuti perkembangan terbaru, dokumentasi kegiatan posko, serta pengumuman resmi seputar pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata ITBM Polman.

Semua Berita Terbaru

Mahasiswa KKN ITBM Polman Berikan Edukasi Cerdas Digital kepada Siswa SMP Negeri 5 Tinambung
22 Oct 2026 • 6 views

Mahasiswa KKN ITBM Polman Berikan Edukasi Cerdas Digital kepada Siswa SMP Negeri 5 Tinambung

KARAMA – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Polewali Mandar (ITBM Polman) yang bertugas di Desa Karama melaksanakan kegiatan edukasi literasi digital bagi siswa kelas IX SMP Negeri 5 Tinambung pada Sabtu (17/10/2026). Kegiatan ini mengusung tema “Jago Digital, Tetap Bijak!” sebagai upaya meningkatkan pemahaman siswa mengenai penggunaan teknologi secara aman, bijak, dan bertanggung jawab.Kegiatan tersebut melibatkan Novita Sari, Ilman B., Muhammad Basit Muhlis, Adnan Didi Alfian, Hasanuddin, Aan Alamsyah, Muhammad Rizaldi, Rina, dan Lismayanti. Dalam kegiatan ini, Novita Sari bertindak sebagai pemateri utama dengan membawakan materi seputar etika bermedia sosial, pengenalan hoaks, pencegahan penipuan online, serta perlindungan data pribadi dan keamanan akun.Edukasi berlangsung selama 120 menit dengan metode yang interaktif dan menyenangkan. Penyampaian materi dipadukan dengan sesi diskusi, tanya jawab, permainan edukatif, tantangan membuat konten digital, serta kuis antarkelompok. Pendekatan ini bertujuan menciptakan suasana belajar yang menarik sekaligus membantu siswa memahami penerapan literasi digital dalam kehidupan sehari-hari.Dalam penyampaian materi, Novita menjelaskan bahwa perkembangan teknologi digital memberikan berbagai kemudahan bagi pelajar, terutama dalam mengakses informasi, mendukung kegiatan pembelajaran, berkomunikasi, dan mengembangkan kreativitas. Meski demikian, kemudahan tersebut perlu diimbangi dengan kemampuan memilah informasi dan kesadaran terhadap risiko yang dapat muncul saat menggunakan internet.

Mahasiswa KKN ITBM Polman Resmi Luncurkan Website Desa Sabang Subik untuk Dorong Transformasi Digital
19 Oct 2026 • 13 views

Mahasiswa KKN ITBM Polman Resmi Luncurkan Website Desa Sabang Subik untuk Dorong Transformasi Digital

SABANG SUBIK — Langkah maju dalam bidang pelayanan publik dan transparansi informasi resmi diambil di Desa Sabang Subik melalui peluncuran website desa pada Kamis, 16 Oktober 2026 pukul 15.30 WITA. Program inovatif ini merupakan hasil dedikasi dari mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Teknologi Bisnis Muhammadiyah (ITBM) Polman dalam rangka mendukung kemajuan digital di tingkat pemerintahan desa. Kegiatan launching yang berlangsung khidmat dan interaktif ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat. Tampak hadir dalam kesempatan tersebut jajaran aparatur desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Sabang Subik, tokoh masyarakat, tokoh agama, ibu PKK, serta perwakilan remaja masjid yang memadati lokasi acara. Dalam sambutannya, Koordinator Desa (Kordes) Mahasiswa KKN ITBM Polman, Salman Unding, menegaskan pentingnya adaptasi terhadap perkembangan zaman. Beliau menyampaikan bahwa era digital saat ini menuntut setiap instansi, termasuk pemerintahan desa, untuk terus bertransformasi agar tidak tertinggal dan mampu memberikan pelayanan yang lebih responsif. Dukungan penuh turut disampaikan oleh Ketua BPD Desa Sabang Subik, Pak Takrim. Dalam sambutannya, beliau mengapresiasi peluncuran platform digital tersebut dan menilai bahwa website desa ini merupakan program yang sangat tepat untuk menjawab kebutuhan masyarakat modern. "Website ini menjadi program yang sangat tepat bagi desa untuk mempermudah akses komunikasi serta pelayanan kepada masyarakat," ujar Pak Takrim di hadapan para tamu undangan. Sebagai puncak acara, sesi pengenalan dan pemaparan fitur-fitur website dibawakan secara langsung oleh Sitti Mardianah Nafisah, mahasiswi KKN ITBM Polman. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan berbagai menu dan kemudahan akses yang tersedia di dalam website desa, mulai dari pusat informasi publik hingga sarana administrasi pelayanan warga. Melalui peresmian website ini, mahasiswa KKN ITBM Polman dan Pemerintah Desa Sabang Subik berharap tata kelola pemerintahan desa dapat berjalan semakin efektif, transparan, serta mendekatkan layanan kepada seluruh warga masyarakat. Laporan: Fitriani Mahasiswa KKN ITBM Polman

Penuh Kehangatan, Penyerahan Trofi Tutup Rangkaian Lomba Miniatur Lopi Sandeq di Desa Sabang Subik
19 Oct 2026 • 12 views

Penuh Kehangatan, Penyerahan Trofi Tutup Rangkaian Lomba Miniatur Lopi Sandeq di Desa Sabang Subik

SABANG SUBIK — Suasana penuh keakraban dan rasa bangga menyelimuti Desa Sabang Subik pada Kamis, 16 Oktober 2026. Tepat pukul 11.00 WITA, rangkaian kegiatan perlombaan miniatur lopi sandeq resmi ditutup dengan agenda penyerahan trofi kepada para pemenang. Ajang yang memperebutkan posisi juara satu hingga enam ini merupakan wujud kolaborasi harmonis antara Pemerintah Desa Sabang Subik dan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Teknologi Bisnis Muhammadiyah (ITBM) Polman. Dalam acara penutupan tersebut, panitia menyiapkan sebanyak enam buah trofi eksklusif untuk diberikan kepada para juara yang telah mengerahkan kemampuan terbaiknya di lintasan air. Menariknya, pembuatan keenam trofi tersebut bukanlah pengadaan biasa, melainkan buah karya dari salah satu program kerja nyata yang dirancang dan direalisasikan langsung oleh mahasiswa KKN ITBM Polman posko Desa Sabang Subik. Inisiatif ini mendapat apresiasi tinggi dari masyarakat karena menampilkan kreativitas tinggi sekaligus memberikan cinderamata yang bernilai kenang-kenangan bagi para pemenang. Kepala Desa Sabang Subik, Haidir, S.IP., M.M., hadir secara langsung untuk menyerahkan trofi kepada para pemenang sekaligus memberikan sambutan penutup yang sarat akan makna kekeluargaan. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa esensi dari perlombaan ini bukan sekadar mencari siapa yang paling unggul, melainkan mempererat tali silaturahmi dan merayakan kebersamaan warga. "Kompetisi ini bukan berarti mencari siapa yang paling terbaik. Menurut bapak, semua peserta adalah yang terbaik, tetapi ini semua soal rezeki," ungkap Haidir, S.IP., M.M., di hadapan para peserta, mahasiswa KKN, dan warga yang memadati lokasi acara. Pesan tersebut disambut dengan tepuk tangan meriah dari para penonton dan peserta yang hadir. Penyerahan trofi ini sekaligus menjadi puncak dari suksesnya penyelenggaraan program kolaboratif "Senja Sabang Subik". Melalui karya trofi hasil tangan mahasiswa KKN serta dukungan penuh dari pemerintah desa dan antusiasme warga, kegiatan ini diharapkan mampu meninggalkan kesan mendalam. Lebih dari sekadar kompetisi perahu tradisional, acara ini berhasil memperkuat semangat gotong royong dan menjaga kelestarian budaya bahari di Desa Sabang Subik untuk generasi mendatang. Laporan: Salman Unding Mahasiswa KKN ITBM Polman

Menenun Cerita, Merawat Budaya Mandar
19 Oct 2026 • 12 views

Menenun Cerita, Merawat Budaya Mandar

Pandewulawang, 19 September 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Angkatan IV Posko Pandewulawang Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah (ITBM) Polewali Mandar melaksanakan kegiatan kunjungan ke pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Panette atau pengrajin sarung tenun yang berada di Lingkungan Pandewulawang, Kelurahan Balanipa, Kecamatan Balanipa. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian mahasiswa terhadap potensi usaha masyarakat setempat, khususnya dalam bidang kerajinan tradisional yang memiliki nilai budaya sekaligus nilai ekonomi.Panette merupakan istilah dalam bahasa Mandar yang berkaitan dengan aktivitas menenun. Kegiatan menenun sarung tradisional Mandar menjadi salah satu warisan budaya yang memiliki makna penting bagi masyarakat. Selain berfungsi sebagai bagian dari pakaian adat dan identitas budaya, sarung tenun Mandar juga mencerminkan keterampilan, ketekunan, kreativitas, serta nilai-nilai tradisi yang diwariskan dari generasi ke generasi. Oleh karena itu, keberadaan para pengrajin sarung tenun memiliki peran penting dalam menjaga kelestarian budaya lokal agar tetap dikenal dan dihargai oleh masyarakat luas.Lingkungan Pandewulawang sendiri memiliki potensi dalam bidang kerajinan sarung tenun. Keberadaan para penenun di lingkungan tersebut menunjukkan bahwa keterampilan tradisional masih menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Aktivitas menenun tidak hanya menjadi bentuk pelestarian budaya, tetapi juga dapat menjadi sumber penghasilan bagi keluarga. Melalui keterampilan yang dimiliki, para pengrajin menghasilkan produk yang memiliki keunikan tersendiri, baik dari segi motif, warna, maupun proses pembuatannya.Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa KKN berkesempatan untuk melihat secara langsung aktivitas para pelaku UMKM dalam menjalankan usaha sarung tenun. Mahasiswa mengamati proses pembuatan sarung tenun serta mengenal tahapan-tahapan yang dilakukan oleh pengrajin hingga menghasilkan produk yang siap digunakan atau dipasarkan. Pengalaman ini memberikan gambaran nyata mengenai proses produksi kerajinan tradisional yang membutuhkan ketelitian, kesabaran, keterampilan, dan waktu yang tidak sedikit.Selain mengamati proses produksi, mahasiswa KKN juga berdiskusi dengan para pelaku UMKM mengenai berbagai aspek yang berkaitan dengan keberlangsungan usaha. Pembahasan meliputi proses pembuatan produk, pemanfaatan bahan baku, pemasaran hasil tenunan, serta kendala yang dihadapi dalam menjalankan usaha sehari-hari. Melalui diskusi tersebut, mahasiswa memperoleh pemahaman bahwa menjalankan usaha kerajinan tradisional tidak hanya membutuhkan keterampilan dalam menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga memerlukan strategi pemasaran yang tepat agar produk dapat menjangkau konsumen yang lebih luas.Kegiatan kunjungan ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memahami kondisi UMKM secara langsung, termasuk peluang dan tantangan yang dihadapi oleh para pengrajin. Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah pentingnya memperkenalkan produk sarung tenun kepada masyarakat yang lebih luas. Di tengah perkembangan teknologi dan perubahan pola konsumsi masyarakat, pemanfaatan media digital dapat menjadi salah satu peluang untuk membantu memperluas jangkauan pemasaran produk lokal. Dengan pengenalan yang lebih luas, sarung tenun Mandar berpotensi menjangkau konsumen dari berbagai daerah, tidak hanya masyarakat setempat.Dari sudut pandang pengembangan bisnis, produk sarung tenun memiliki peluang untuk dikembangkan melalui strategi pemasaran yang sesuai dengan karakteristik produk dan kebutuhan pasar. Keunikan motif, nilai tradisional, serta proses pembuatan yang memiliki ciri khas dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi konsumen. Oleh sebab itu, pengenalan cerita di balik proses pembuatan sarung tenun, keterampilan para pengrajin, dan nilai budaya yang terkandung di dalamnya dapat membantu meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap produk tersebut.Bagi mahasiswa KKN, kunjungan ini bukan sekadar kegiatan silaturahmi, melainkan juga menjadi sarana pembelajaran untuk mengenal potensi ekonomi masyarakat secara langsung. Mahasiswa dapat memahami bagaimana keterampilan tradisional dapat menjadi bagian dari kegiatan usaha yang mendukung perekonomian keluarga. Selain itu, kegiatan ini memberikan pengalaman mengenai pentingnya membangun komunikasi yang baik dengan pelaku UMKM, mendengarkan kebutuhan mereka, serta mengenali peluang pengembangan usaha berdasarkan kondisi nyata di lapangan.Kunjungan tersebut juga memperlihatkan bahwa pelestarian budaya dan pengembangan ekonomi masyarakat dapat berjalan beriringan. Sarung tenun Mandar tidak hanya memiliki nilai sebagai produk kerajinan, tetapi juga menyimpan cerita tentang identitas, tradisi, dan keterampilan masyarakat yang patut dijaga. Dengan adanya perhatian dari berbagai pihak, termasuk generasi muda dan mahasiswa, diharapkan kerajinan tradisional ini dapat terus berkembang tanpa kehilangan nilai-nilai budaya yang menjadi ciri khasnya.Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Angkatan IV Posko Pandewulawang berharap dapat meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya mendukung UMKM lokal sebagai salah satu penggerak perekonomian masyarakat. Dukungan tersebut dapat diwujudkan melalui pengenalan produk, peningkatan apresiasi terhadap hasil kerajinan, serta upaya memperluas informasi mengenai potensi usaha yang dimiliki oleh masyarakat setempat.Kegiatan kunjungan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk mengenali lebih jauh kebutuhan dan potensi UMKM Panette di Lingkungan Pandewulawang. Informasi yang diperoleh selama kegiatan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam merancang program kerja KKN yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, khususnya dalam mendukung pengembangan usaha dan pelestarian kerajinan sarung tenun Mandar.Pada akhirnya, kunjungan mahasiswa KKN ke UMKM Panette Pandewulawang menjadi pengalaman berharga yang mempertemukan semangat pengabdian mahasiswa dengan kearifan lokal masyarakat. Kegiatan ini mengajarkan bahwa potensi daerah tidak hanya terletak pada sumber daya alam, tetapi juga pada keterampilan, kreativitas, dan warisan budaya yang dimiliki oleh masyarakatnya.Melalui kolaborasi, kepedulian, dan upaya pengembangan yang berkelanjutan, sarung tenun Mandar diharapkan dapat terus bertahan sebagai warisan budaya sekaligus berkembang menjadi produk lokal yang memiliki daya saing. Dengan demikian, keterampilan para pengrajin tidak hanya menjadi bagian dari tradisi masa lalu, tetapi juga menjadi peluang untuk membangun masa depan ekonomi masyarakat yang lebih baik.

KNTI Polewali Mandar Sosialisasikan Pemetaan Wilayah Tangkap Nelayan di Desa Karama
18 Oct 2026 • 8 views

KNTI Polewali Mandar Sosialisasikan Pemetaan Wilayah Tangkap Nelayan di Desa Karama

KARAMA, TINAMBUNG — Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Polewali Mandar bersama perwakilan Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) menggelar sosialisasi pemetaan partisipatif tenurial dan hak-hak nelayan tradisional di Desa Karama, Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, pada Sabtu (17/10/2026). Kegiatan ini membahas pentingnya pendataan wilayah tangkap, pencatatan hasil perikanan, keselamatan melaut, serta penguatan hak-hak nelayan tradisional.Sekretaris Desa Karama, Taslim, menyampaikan bahwa masyarakat nelayan di desanya masih mengandalkan metode penangkapan ikan secara tradisional.“Masyarakat Desa Karama itu semua nelayannya masih nelayan tradisional,” ujar Taslim.Kondisi tersebut menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam upaya meningkatkan dukungan terhadap nelayan, terutama terkait informasi, teknologi pendukung kegiatan melaut, dan perlindungan hak-hak mereka.Dalam sosialisasi tersebut, perwakilan Unsulbar bersama KNTI memberikan pemahaman mengenai pemetaan partisipatif melalui pencatatan hasil tangkapan dan penandaan koordinat lokasi penangkapan ikan. Nelayan diperkenalkan dengan penggunaan perangkat navigasi seperti Global Positioning System (GPS) untuk membantu mendokumentasikan lokasi mereka menangkap ikan.Pencatatan yang dilakukan secara rutin dapat membantu nelayan membangun data mengenai wilayah tangkap dan hasil perikanan. Informasi tersebut juga dapat digunakan untuk mengenali pola aktivitas melaut dari waktu ke waktu.Berdasarkan informasi yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, nelayan setempat dapat melaut sejauh 30 hingga 100 mil dengan waktu tempuh sekitar tiga hingga empat jam. Jarak tersebut menunjukkan pentingnya informasi lokasi penangkapan yang dapat membantu nelayan mengenali wilayah tangkap dan mendukung navigasi selama berada di laut.Data lokasi juga dapat menjadi informasi pendukung ketika nelayan menghadapi kondisi yang menyulitkan perjalanan, seperti kabut dan gelombang besar. Meski demikian, pencatatan koordinat perlu dipadukan dengan keterampilan navigasi dan pemantauan kondisi cuaca agar keselamatan selama melaut tetap diperhatikan.Selain berkaitan dengan navigasi, pemetaan partisipatif dapat mendukung pengelolaan sumber daya laut. Pencatatan jenis, ukuran, dan jumlah ikan yang tertangkap dapat membantu memberikan gambaran perubahan hasil tangkapan dari waktu ke waktu. Data tersebut berpotensi menjadi bahan evaluasi untuk mendorong praktik penangkapan ikan yang bertanggung jawab dan menjaga keberlanjutan sumber daya perikanan.Ketua KNTI Polewali Mandar, Muhammad Muhsin R., berharap sosialisasi tersebut menjadi langkah awal untuk memperkuat organisasi nelayan di Desa Karama.“Kami berharap di Desa Karama ini nantinya terbentuk pengurus basis KNTI. Dengan begitu, kelompok-kelompok kecil nelayan dapat terorganisir dengan baik untuk bersama-sama memperjuangkan hak-haknya,” kata Muhammad Muhsin R.Pembentukan pengurus basis KNTI di tingkat desa diharapkan dapat menjadi wadah bagi nelayan untuk memperkuat komunikasi, membangun solidaritas, dan menyampaikan aspirasi secara bersama. Organisasi yang lebih terstruktur juga dapat membantu nelayan mengidentifikasi kebutuhan serta memperjuangkan kepentingan mereka.Sosialisasi ini menjadi langkah awal untuk memperkenalkan pemetaan partisipatif dan pengorganisasian nelayan tradisional di Desa Karama. Pendataan wilayah tangkap dan hasil perikanan, apabila dilakukan secara berkelanjutan, dapat menjadi sumber informasi bagi nelayan dalam mendukung keselamatan melaut, keberlanjutan sumber daya laut, dan penguatan hak-hak mereka.

Pengajian Rutin Bulanan di Masjid Jami’ Darussa’adah Pererat Silaturahmi Masyarakat Desa Karama
17 Oct 2026 • 6 views

Pengajian Rutin Bulanan di Masjid Jami’ Darussa’adah Pererat Silaturahmi Masyarakat Desa Karama

KARAMA, TINAMBUNG, — Masyarakat Desa Karama, Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar, mengikuti pengajian rutin bulanan di Masjid Jami’ Darussa’adah pada Rabu (14/10/26). Kegiatan keagamaan ini diisi dengan khataman yang dipimpin oleh Ustaz Rahmat, S.Pd., serta tausiah oleh Nangguru Ustaz H. Abdullah Faqih, M.Pd., sebagai upaya memperkuat nilai-nilai keagamaan dan mempererat silaturahmi masyarakat.Berdasarkan informasi dari Gita, salah satu remaja masjid Desa Karama, pengajian tersebut dilaksanakan satu kali dalam sebulan. Kegiatan ini menjadi bagian dari aktivitas keagamaan masyarakat yang terus dipertahankan sebagai wadah untuk beribadah, memperdalam pemahaman agama, dan memperkuat hubungan persaudaraan antarwarga.Rangkaian pengajian diawali dengan khataman yang dipimpin oleh Ustaz Rahmat, S.Pd. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyampaian tausiah oleh Nangguru Ustaz H. Abdullah Faqih, M.Pd., yang merupakan Ketua Majelis Dzikir Toriqah Qodiriyyah Naqsyabandiyyah Polewali Mandar, Sulawesi Barat.Penyampaian tausiah menjadi salah satu bagian penting dalam pengajian tersebut. Melalui nasihat keagamaan, masyarakat mendapatkan pengingat untuk menerapkan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari. Sementara itu, khataman menjadi bagian dari rangkaian ibadah yang menambah kekhidmatan kegiatan.Pelaksanaan pengajian secara rutin menunjukkan peran Masjid Jami’ Darussa’adah sebagai pusat kegiatan keagamaan masyarakat Desa Karama. Selain digunakan untuk beribadah, masjid juga menjadi tempat berkumpulnya warga dari berbagai kalangan untuk mengikuti kegiatan yang memperkuat kehidupan religius dan hubungan sosial di lingkungan desa.Bagi mahasiswa KKN Tematik ITBM Polman yang sedang melaksanakan pengabdian di Desa Karama, keikutsertaan dalam pengajian ini menjadi kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat. Partisipasi tersebut membantu mahasiswa mengenal tradisi keagamaan serta kebiasaan sosial yang dijalankan warga dalam kehidupan sehari-hari.Kebersamaan dalam kegiatan keagamaan juga membuka ruang komunikasi antara mahasiswa dan masyarakat. Melalui partisipasi dalam kegiatan yang telah menjadi bagian dari kehidupan warga, mahasiswa dapat membangun hubungan yang lebih dekat sekaligus menunjukkan kepedulian terhadap aktivitas sosial dan keagamaan di desa.Keberlangsungan pengajian bulanan turut memperlihatkan pentingnya peran remaja masjid dalam menjaga tradisi keagamaan masyarakat. Konsistensi pelaksanaan kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk mempertahankan nilai-nilai spiritual dan memperkuat rasa kebersamaan antarwarga Desa Karama.Pengajian rutin di Masjid Jami’ Darussa’adah diharapkan terus menjadi wadah bagi masyarakat untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT serta menjaga tali silaturahmi. Bagi mahasiswa KKN Tematik ITBM Polman, keterlibatan dalam kegiatan ini menjadi bagian dari pengabdian yang tidak hanya berfokus pada program kerja, tetapi juga pada upaya membangun hubungan harmonis dengan masyarakat setempat.

Pedagang Ikan Laut Ga’de Pasarkan Hasil Tangkapan di Pasar Tinambung
17 Oct 2026 • 4 views

Pedagang Ikan Laut Ga’de Pasarkan Hasil Tangkapan di Pasar Tinambung

KARAMA, TINAMBUNG — Sarna, pelaku usaha perikanan tangkap di Desa Karama, Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar, memasarkan ikan hasil tangkapan dari perairan Laut Ga’de di Pasar Tinambung dengan harga sekitar Rp40.000 per kilogram. Berdasarkan hasil observasi pada Selasa (13/10/2026), ikan tersebut merupakan hasil melaut selama kurang lebih satu minggu dan dijaga kesegarannya melalui sistem pendinginan selama berada di atas perahu.Sarna menjalankan kegiatan penangkapan ikan di laut selama sekitar tujuh hari. Selama melaut, ikan yang berhasil ditangkap mendapatkan penanganan berupa pendinginan untuk membantu mempertahankan kesegarannya. Penanganan ini menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas ikan sebelum dibawa ke daratan untuk dipasarkan kepada konsumen.Dalam usaha perikanan tangkap, kesegaran ikan menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan. Ikan yang ditangani dengan baik selama penyimpanan dan pengangkutan diharapkan tetap memiliki kualitas yang layak saat sampai di pasar. Oleh karena itu, proses pendinginan selama melaut berperan dalam membantu menjaga mutu hasil tangkapan.Setelah kegiatan melaut selesai, ikan hasil tangkapan tersebut dibawa untuk dijual di lapak milik Sarna di Pasar Tinambung. Harga jual yang ditawarkan sekitar Rp40.000 per kilogram. Hasil tangkapan dari Laut Ga’de ini menjadi salah satu komoditas perikanan laut yang tersedia bagi masyarakat yang berbelanja di pasar.Aktivitas tersebut memperlihatkan keterkaitan antara kegiatan penangkapan ikan di laut dan perdagangan di pasar. Prosesnya tidak hanya melibatkan kegiatan memperoleh ikan dari perairan laut, tetapi juga penanganan hasil tangkapan hingga siap dijual. Tahapan tersebut menjadi bagian dari rantai distribusi hasil perikanan yang menghubungkan pelaku usaha dengan konsumen.Bagi masyarakat pesisir, sektor perikanan laut memiliki peran dalam mendukung aktivitas ekonomi sehari-hari. Hasil tangkapan yang dipasarkan dapat menjadi sumber pendapatan bagi pelaku usaha, sekaligus menyediakan bahan pangan bagi masyarakat. Keberadaan pedagang ikan juga membantu mempertemukan hasil produksi perikanan dengan kebutuhan konsumen di pasar tradisional.Meski demikian, besarnya pendapatan yang diperoleh Sarna belum dapat dipastikan karena belum tersedia informasi mengenai jumlah ikan yang ditangkap, volume penjualan, serta biaya operasional selama melaut. Informasi tersebut diperlukan untuk mengetahui lebih jauh bagaimana usaha perikanan tangkap dijalankan dan sejauh mana kegiatan tersebut berkontribusi terhadap perekonomian pelaku usaha.Observasi terhadap usaha perikanan tangkap di Desa Karama ini memberikan gambaran mengenai potensi ekonomi lokal yang berkaitan dengan pemanfaatan sumber daya laut. Kegiatan melaut selama beberapa hari, penanganan ikan setelah ditangkap, hingga penjualan di pasar menunjukkan adanya rangkaian aktivitas ekonomi yang saling berkaitan.Potensi perikanan laut di wilayah Karama dan sekitarnya dapat terus dikenali melalui pendataan pelaku usaha, pengamatan proses distribusi hasil tangkapan, serta penggalian informasi mengenai peluang dan kendala yang dihadapi. Dengan demikian, kegiatan perikanan tangkap tidak hanya dapat dilihat sebagai aktivitas pemenuhan kebutuhan pangan, tetapi juga sebagai bagian dari potensi ekonomi masyarakat pesisir yang perlu didokumentasikan dan dikembangkan.

Mahasiswa KKN ITBM Polman Dampingi Digitalisasi Usaha Perahu Katinting Sipatuo di Desa Karama
17 Oct 2026 • 7 views

Mahasiswa KKN ITBM Polman Dampingi Digitalisasi Usaha Perahu Katinting Sipatuo di Desa Karama

KARAMA, TINAMBUNG — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Polewali Mandar (ITBM Polman) melakukan observasi dan pendampingan digitalisasi pada usaha pembuatan perahu katinting Sipatuo milik Samiun di Dusun Lambe, Desa Karama, Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar, pada Senin (5/10/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja pengembangan UMKM untuk membantu memperluas jangkauan promosi usaha melalui pemanfaatan media digital.Usaha Sipatuo telah berjalan selama kurang lebih 10 tahun dan bergerak di bidang pembuatan perahu katinting. Usaha yang dikelola oleh dua orang pekerja ini mengutamakan kualitas bahan kayu dan pengerjaan dalam setiap proses produksi. Perahu yang dihasilkan menjadi produk utama yang ditawarkan kepada pelanggan sesuai kebutuhan pemesanan.Berdasarkan hasil observasi mahasiswa KKN, pemesanan perahu selama ini umumnya dilakukan dengan mendatangi tempat usaha secara langsung. Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan untuk membantu pemilik usaha memanfaatkan media digital sebagai sarana informasi dan promosi agar produk Sipatuo dapat dikenal oleh calon pelanggan dari berbagai daerah.Sebagai tindak lanjut dari observasi, mahasiswa KKN ITBM Polman memberikan pendampingan melalui pembuatan katalog digital, pengembangan media sosial, dan pembuatan logo usaha. Upaya ini ditujukan untuk memperkuat identitas usaha, menampilkan informasi produk secara lebih menarik, serta memudahkan masyarakat mengenal usaha pembuatan perahu katinting Sipatuo.Pemilik usaha, Samiun, menyambut baik pendampingan yang diberikan. Ia menyampaikan bahwa program tersebut membantu usaha Sipatuo mulai memanfaatkan media digital, mengingat selama ini calon pelanggan lebih sering datang langsung ke tempat produksi untuk melakukan pemesanan.“Kami merasa terbantu dengan adanya program pembuatan katalog digital, media sosial, dan logo usaha ini. Selama ini, orang yang ingin memesan perahu biasanya datang langsung ke tempat usaha, bukan melalui media sosial. Dengan adanya program ini, kami berharap usaha Sipatuo bisa lebih dikenal oleh masyarakat luas,” ungkap Samiun.Ia juga berharap pemanfaatan katalog digital dan media sosial dapat memperluas jangkauan pemasaran usaha, tidak hanya di wilayah Balanipa, tetapi juga hingga Majene, Polewali Mandar, Pinrang, dan daerah lainnya. Dengan semakin banyaknya masyarakat yang mengetahui usaha Sipatuo, peluang memperoleh pesanan baru diharapkan semakin terbuka.Pendampingan ini menjadi salah satu bentuk dukungan mahasiswa KKN ITBM Polman terhadap pengembangan UMKM lokal melalui pemanfaatan teknologi digital. Kehadiran katalog digital, media sosial, dan logo usaha diharapkan dapat membantu pemilik usaha memperkenalkan produknya secara lebih luas sekaligus membangun identitas usaha yang mudah dikenali.Melalui program tersebut, usaha pembuatan perahu katinting Sipatuo di Dusun Lambe diharapkan mampu menjangkau calon pelanggan dari luar daerah dan meningkatkan peluang pemasaran. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya mendorong UMKM Desa Karama agar semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi digital tanpa meninggalkan keterampilan produksi dan kualitas produk yang telah dipertahankan selama bertahun-tahun.

Kolaborasi Mahasiswa KKN ITBM Polman dan Aparat Kecamatan Tinambung, Wujudkan Semangat Gotong Royong melalui Baksos
17 Oct 2026 • 6 views

Kolaborasi Mahasiswa KKN ITBM Polman dan Aparat Kecamatan Tinambung, Wujudkan Semangat Gotong Royong melalui Baksos

TINAMBUNG, POLEWALI MANDAR — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Polewali Mandar (ITBM Polman) bersama aparat Kecamatan Tinambung melaksanakan bakti sosial berupa pembersihan halaman depan Kantor Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar, pada Jumat (9/10/2026). Kegiatan ini dilakukan untuk menjaga kebersihan lingkungan kantor sekaligus memperkuat semangat gotong royong dan kerja sama antara mahasiswa dan pemerintah setempat.Bakti sosial tersebut menjadi salah satu bentuk keterlibatan mahasiswa KKN dalam kegiatan sosial di wilayah pengabdian. Pelaksanaannya melibatkan mahasiswa KKN ITBM Polman dan aparat kecamatan yang bekerja sama membersihkan area halaman depan kantor agar lingkungan pemerintahan tetap bersih dan tertata.Kolaborasi ini juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk berinteraksi langsung dengan aparat pemerintah setempat. Selain menjalankan program kerja, keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan kebersihan lingkungan dapat mempererat hubungan kelembagaan serta membangun komunikasi yang baik selama pelaksanaan KKN.Koordinator Kecamatan (Korcam) KKN ITBM Polman wilayah Tinambung, Muhammad Basit Muhlis, menyampaikan bahwa kolaborasi tersebut merupakan bagian penting dari pelaksanaan pengabdian mahasiswa di wilayah Kecamatan Tinambung.Menurutnya, kegiatan bakti sosial tidak hanya menjadi bentuk kontribusi mahasiswa terhadap lingkungan, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun kebersamaan, memperkuat koordinasi, dan menjalin hubungan yang baik dengan pemerintah setempat.Kerja sama antara mahasiswa dan aparat kecamatan menunjukkan pentingnya keterlibatan berbagai pihak dalam menjaga kebersihan fasilitas pemerintahan. Lingkungan kantor yang bersih dan tertata merupakan salah satu unsur pendukung kenyamanan dalam menjalankan aktivitas pelayanan kepada masyarakat.Bagi mahasiswa KKN, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menerapkan nilai-nilai kepedulian sosial, tanggung jawab, dan gotong royong. Nilai-nilai tersebut penting dalam membangun hubungan yang harmonis antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat di wilayah pengabdian.Kegiatan bakti sosial ini sejalan dengan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Melalui keterlibatan langsung dalam kegiatan sosial, mahasiswa diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata sesuai dengan kebutuhan lingkungan sekitar.Mahasiswa KKN ITBM Polman berharap kerja sama dengan aparat Kecamatan Tinambung dapat terus terjalin selama masa pengabdian. Sinergi tersebut diharapkan mendorong pelaksanaan kegiatan sosial lainnya serta memperkuat budaya gotong royong di lingkungan pemerintahan dan masyarakat Kecamatan Tinambung.

Aksi Sengit di Pesisir: Lomba Miniatur Lopi Sandeq "Senja Sabang Subik" Sukses Digelar Mahasiswa KKN ITBM Polman Sukses Pikat Warga
17 Oct 2026 • 12 views

Aksi Sengit di Pesisir: Lomba Miniatur Lopi Sandeq "Senja Sabang Subik" Sukses Digelar Mahasiswa KKN ITBM Polman Sukses Pikat Warga

SABANG SUBIK — Suasana semarak dan penuh antusiasme menyelimuti pesisir Desa Sabang Subik pada Kamis, 16 Oktober 2026. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Teknologi Bisnis Muhammadiyah (ITBM) Polman berkolaborasi bersama Pemerintah Desa (Pemdes) Sabang Subik sukses menyelenggarakan ajang perlombaan miniatur lopi sandeq yang diberi nama resmi "Senja Sabang Subik". Kegiatan yang dimulai tepat pukul 09.00 WITA ini menarik perhatian luas dari masyarakat setempat. Puluhan warga tampak memadati area perlombaan guna menyaksikan kepiawaian para peserta dalam memacu miniatur perahu tradisional khas Mandar tersebut di atas air. Perlombaan ini tidak hanya menjadi sebuah tontonan yang menghibur, tetapi juga sarana penting untuk merawat kecintaan masyarakat terhadap warisan budaya maritim lokal. Sebelum babak final yang sengit dan penuh ketegangan dimulai, Kepala Desa Sabang Subik berkesempatan menyampaikan sambutan hangatnya di hadapan para peserta, penonton, serta jajaran panitia. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiatif kolaboratif yang terjalin antara mahasiswa KKN ITBM Polman dan pihak pemdes. "Kegiatan 'Senja Sabang Subik' ini merupakan wujud nyata sinergi yang sangat baik antara mahasiswa KKN ITBM Polman dan Pemdes Sabang Subik dalam menghidupkan kembali tradisi bahari kita melalui cara yang kreatif. Kami berharap ajang ini dapat mempererat kebersamaan sekaligus menggali potensi serta kreativitas masyarakat dalam melestarikan lopi sandeq," ujar Kepala Desa Sabang Subik. Usai sambutan pembuka, pertandingan final langsung dilangsungkan dengan persaingan yang sangat ketat. Para peserta mengerahkan seluruh kemampuan terbaik mereka untuk mengendalikan miniatur perahu di lintasan air, diiringi sorak-sorai dukungan dari para penonton yang memadati pinggir pantai. Setelah melalui serangkaian babak penentuan yang kompetitif, panitia akhirnya mengumumkan daftar nama para pemenang yang berhasil keluar sebagai juara dari peringkat pertama hingga keenam: PRIBUMI (Juara 1) ZEIN 01 (Juara 2) SUPER 77 (Juara 3) LEDIS BONTANG (Juara 4) BOS WI FI (Juara 5) SAMBALADO (Juara 6) Penyerahan penghargaan kepada para juara dilakukan di akhir acara sebagai bentuk apresiasi atas sportivitas dan kerja keras seluruh peserta. Melalui suksesnya penyelenggaraan "Senja Sabang Subik" ini, mahasiswa KKN ITBM Polman bersama Pemdes Sabang Subik berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut di masa mendatang. Program ini tidak sekadar menjadi ajang perlombaan rekreasi, melainkan momentum strategis dalam memperkuat ikatan sosial serta melestarikan identitas budaya bahari di Desa Sabang Subik. Laporan: Muhammad Farhan dan ImranMahasiswa KKN ITBM Polman